KUNINGAN — Anggaran jumbo senilai Rp355 miliar digelontorkan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan. Nilai fantastis ini membuat pemerintah daerah tak mau ambil risiko sedikit pun. Satu kesalahan, satu pelanggaran, izin dapur bisa dicabut permanen.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si secara terbuka mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar tidak bermain-main dengan dana ratusan miliar rupiah tersebut.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan MBG yang dihadiri 127 pengelola dapur, Bupati menegaskan bahwa setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan.
“Anggarannya sangat besar, Rp355 miliar. Tidak boleh ada celah penyimpangan. Kalau melanggar, kami rekomendasikan penutupan permanen,” tegasnya.
Besarnya anggaran MBG bukan hanya soal jumlah, tetapi juga risiko. Pemerintah daerah menyoroti berbagai potensi pelanggaran, mulai dari harga per porsi yang tidak sesuai, persoalan legalitas dapur, hingga standar sanitasi yang tidak memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional.
Sejumlah syarat krusial pun disorot, seperti kewajiban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Tanpa itu, dapur MBG dinilai rawan menimbulkan masalah hukum dan kesehatan. Dengan anggaran Rp355 miliar, MBG di Kuningan menyasar 385.383 penerima manfaat, mulai dari peserta didik berbagai jenjang, ibu hamil, hingga balita di 30 kecamatan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, belum semua wilayah siap, termasuk dua kecamatan yang fasilitas dapurnya masih bermasalah.
Bupati Dian menegaskan, pengawasan ketat ini bukan untuk menghambat, melainkan memastikan uang rakyat tidak bocor dan tujuan program benar-benar tercapai.
“Ini uang negara, uang rakyat. MBG harus bersih, transparan, dan berdampak. Tidak boleh ada permainan di balik anggaran sebesar ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan agar dana ratusan miliar tersebut mampu menggerakkan ekonomi lokal, bukan sekadar habis untuk belanja dapur.
Keterlibatan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal dinilai krusial agar manfaat anggaran besar itu benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan nilai anggaran yang mencengangkan, MBG di Kuningan kini berada di bawah sorotan. Rp355 miliar dipertaruhkan dan pemerintah daerah memastikan, tak satu rupiah pun boleh disalahgunakan. (Bengpri).
Leave a comment