KUNINGAN – Rencana penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan sebelum bulan Puasa mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan ASN.
Isu mutasi yang menyasar pejabat eselon II, III hingga IV itu bahkan disebut-sebut tinggal menunggu hitungan hari.
Pengamat sosial Kuningan, Mang Ewo, menilai wacana promosi, rotasi, dan mutasi (RSB) tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan apalagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral.
“Mutasi itu hal biasa dalam birokrasi. Jangan dibikin seperti momok yang menakutkan. Ini bukan kiamat jabatan,” ujar Mang Ewo, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kebijakan penyegaran birokrasi sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan daerah. Duet Bupati dan Wakil Bupati tentu memiliki target kerja dan arah kebijakan yang ingin diwujudkan, sehingga membutuhkan formasi pejabat yang dianggap paling sesuai.
“Kalau mengacu pada pernyataan Bupati sebelumnya, mutasi akan dilakukan sebelum bulan Puasa. Artinya waktunya tinggal Kamis dan Jumat, 11 dan 12 Februari 2026. Tinggal hitungan jam,” katanya.
Terkait siapa saja pejabat yang akan “tersentuh” kebijakan tersebut, terutama di level eselon II, Mang Ewo menyebut hal itu sepenuhnya menjadi ‘rahasia dapur’ pimpinan.
“Nama-nama itu pasti sudah tersimpan rapi di saku Bupati. Jadi jangan ada yang merasa bisa menebak-nebak atau berspekulasi. Biasanya yang terlalu percaya diri justru kaget duluan,” sindirnya.
Mang Ewo juga mengingatkan para birokrat agar tidak memaknai mutasi sebagai hukuman atau bentuk ketidaksenangan pimpinan.
Menurutnya, paradigma lama yang menganggap jabatan tertentu lebih ‘bergengsi’ harus mulai ditinggalkan.
“Jangan merasa kurang beruntung kalau dipindah dari posisi yang sudah nyaman ke tempat yang dianggap kurang prestise. Dalam birokrasi, semua posisi strategis sesuai porsinya. Justru di situ diuji loyalitas dan profesionalismenya,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyegaran birokrasi idealnya dimaknai sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja, bukan sekadar pergeseran kursi.
“Kalau memang ingin target kerja tercapai, ya wajar pimpinan menyusun ulang ‘timnya’. Yang penting ukurannya kinerja dan kebutuhan organisasi, bukan faktor lain,” pungkas Mang Ewo.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Kuningan terkait jadwal pasti pelaksanaan mutasi tersebut.
Namun, aroma penyegaran jabatan jelang Ramadan semakin terasa di berbagai lini pemerintahan.(Bengpri).
Leave a comment