Home Kesehatan Pesan Bupati di Pelantikan IDI: Dokter Harus Jaga Nyawa Sekaligus Nama Baik!

Pesan Bupati di Pelantikan IDI: Dokter Harus Jaga Nyawa Sekaligus Nama Baik!

Share
Share

KUNINGAN – Pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan kali ini tak sekadar seremoni. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar justru melontarkan pesan tajam: profesi dokter adalah tentang nyawa dan kepercayaan publik yang tak boleh runtuh.

Bertempat di Ballroom Grand Cordela Hotel Kuningan, Sabtu (18/4/2026), suasana pelantikan pengurus IDI periode 2026–2029 berlangsung khidmat. Namun di balik itu, terselip peringatan serius dari orang nomor satu di Kuningan tersebut.

“Ini bukan sekadar estafet organisasi. Ini tentang tanggung jawab besar menjaga nyawa dan harapan masyarakat,” tegas Bupati Dian.

Pernyataan itu seolah menjadi pengingat keras bahwa profesi dokter bukan hanya soal kompetensi medis, tetapi juga soal integritas dan kepercayaan. Dalam era di mana informasi dan tuntutan publik semakin tinggi, kepercayaan masyarakat disebut sebagai “aset tak terlihat” yang harus terus dijaga.

Bupati Dian juga menyoroti kompleksitas tantangan dunia kesehatan saat ini. Mulai dari perkembangan penyakit, tekanan pelayanan, hingga dinamika regulasi yang terus berubah, semuanya menuntut dokter untuk tidak hanya cerdas secara klinis, tetapi juga adaptif dan beretika.

Menariknya, ia turut mengapresiasi langkah IDI yang menggabungkan pelantikan dengan seminar hukum kesehatan. Menurutnya, hal itu menjadi sinyal bahwa profesi dokter kini tak bisa lagi berdiri hanya di ranah medis semata.

“Dokter harus paham hukum. Jangan sampai niat baik malah berujung masalah karena kurang memahami aspek regulasi,” ujarnya.

Di tengah pesan serius tersebut, Bupati Dian sempat menyelipkan sindiran ringan namun relevan. Ia menyinggung kebiasaan dokter yang rajin menyarankan pasien untuk hidup sehat, tetapi sering lupa menjaga kesehatannya sendiri.

“Dokter sering bilang pasien harus olahraga, tapi dokternya sendiri belum tentu. Ke depan kita dorong kegiatan bersama, biar sama-sama sehat,” katanya, disambut senyum para hadirin.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kuningan terpilih, Arif Wibowo, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi lebih profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami akan memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta memastikan IDI hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua IDI Jawa Barat, Sukmanto Gamalyono, yang menegaskan bahwa kepengurusan IDI adalah amanah besar yang membutuhkan dedikasi tinggi dan kolaborasi lintas profesi.

Dengan rangkaian kegiatan yang juga diisi halal bihalal dan seminar hukum kesehatan, acara ini menegaskan satu hal penting, di balik jas putih, ada tanggung jawab besar menjaga nyawa, sekaligus menjaga kepercayaan. (Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Desa Wisata yang Ditanam, Lalu Ditinggal Tumbuh Sendiri

Duamata.id - Saya tersenyum membaca pernyataan bahwa maju mundurnya desa wisata tergantung...

Pesta Dadung dan 1.000 Kentongan: Ketika Budaya Menjaga Alam di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Cigugur kembali membuktikan bahwa...

DAMAR SEWU MENYALA, CIGUGUR MERAWAT CAHAYA PERADABAN

KUNINGAN – Saat senja perlahan menyerahkan langit Cigugur kepada malam, satu per...

Bunda Ela Helayati Panen Bawang Bersama Warga Desa Cilimus, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Sukses

KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, turun...