KUNINGAN – Sebuah kisah tentang ketulusan, pengabdian, dan cinta untuk masyarakat akhirnya terangkai dalam sebuah buku. Biografi bertajuk “Jejak Hati: Perjalanan Hidup Bunda Ela Helayati untuk Dunia Pendidikan” resmi diperkenalkan dalam acara Gebyar Kreativitas Keluarga PAUD yang diinisiasi PD HIMPAUDI Kabupaten Kuningan di SMKN 1 Kuningan, Selasa (7/4/2026).
Buku ini sebagai potret perjalanan seorang perempuan yang tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di Kabupaten Kuningan.
Buku ini bukan sekadar rangkaian cerita, melainkan cerminan perjalanan hidup yang penuh makna, dari akar keluarga sederhana, perjalanan pendidikan, hingga kiprahnya dalam dunia pendidikan, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan penguatan toleransi di tengah masyarakat.
Dalam setiap halamannya, pembaca diajak menyelami sisi humanis Bunda Ela Helayati, seorang sosok yang dikenal hangat, sederhana, namun memiliki komitmen kuat dalam membangun masyarakat dari akar.
Bunda Ela sendiri mengaku, kehadiran buku ini menjadi momen refleksi yang mendalam dalam perjalanan hidupnya.
“Saya tidak pernah membayangkan perjalanan ini akan dituliskan. Apa yang saya lakukan selama ini adalah bagian dari niat sederhana untuk memberi manfaat. Jika buku ini bisa menginspirasi, maka itu adalah anugerah,” ujar Bunda Ela dengan penuh kerendahan hati.
Ia menambahkan, setiap kisah dalam buku tersebut bukanlah tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang proses belajar, tentang jatuh dan bangkit, serta tentang bagaimana ketulusan menjadi kekuatan dalam setiap langkah.
“Hidup ini bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang terus berusaha menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Surya, S.Pd., M.M, salah seorang penulis buku ini, yang menyusun kisah Bunda Ela dengan pendekatan naratif dan human interest, mengungkapkan bahwa proses penulisan bukan sekadar merangkai peristiwa, tetapi menggali nilai-nilai yang hidup dalam sosok tersebut.
“Bunda Ela bukan hanya figur publik, tetapi representasi dari perempuan yang bekerja dengan hati. Kami ingin menghadirkan buku ini bukan sebagai dokumentasi, tetapi sebagai inspirasi yang hidup dan terasa,” ungkap penulis.
Menurutnya, kekuatan utama buku ini terletak pada kesederhanaan cerita yang justru menyentuh banyak sisi kehidupan, keluarga, pendidikan, hingga pengabdian sosial.
“Saya menulis buku ini bareng om Bengpri (Bambang Priatna), isi buku ini dibuat santai mengalir ditambah tulisan gaya khas Mang Duta (duamata.id) yang enak untuk dibaca” Lanjut Surya.
Buku ini juga menyoroti berbagai kiprah Bunda Ela, mulai dari perannya sebagai Bunda PAUD yang mendorong pendidikan anak usia dini, sebagai Bunda Ketahanan Pangan yang turun langsung ke lapangan bersama petani, hingga sebagai Bunda Toleransi yang mengajak masyarakat merawat harmoni dari lingkungan keluarga.
Lebih dari itu, buku ini menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu lahir dari hal besar, tetapi dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh ketulusan.
Kehadiran buku Jejak Hati diharapkan tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, terutama bagi perempuan dan generasi muda, bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memberi arti dalam kehidupannya.
Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, kisah seperti ini menjadi pengingat sederhana, bahwa ketulusan, jika dijaga, akan selalu menemukan jalannya.(Bengpri).
Leave a comment