Home Jabar Dedi Mulyadi Gaspol! Sampah Jabar Disulap Jadi Listrik, Proyek Raksasa di Sarimukti & Bogor Resmi Dimulai

Dedi Mulyadi Gaspol! Sampah Jabar Disulap Jadi Listrik, Proyek Raksasa di Sarimukti & Bogor Resmi Dimulai

Share
Share

JAKARTA – Langkah berani diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bersama para bupati dan wali kota, ia resmi menandatangani kesepakatan besar untuk mengubah sampah menjadi energi listrik.

Program ambisius ini akan diwujudkan melalui pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) di dua titik strategis: TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dan kawasan Kayumanis di Kota Bogor.

Tak main-main, proyek ini digadang-gadang sebagai solusi permanen masalah sampah yang selama puluhan tahun tak kunjung selesai.

“Atas arahan Pak Presiden kita bisa menyelesaikan sebuah problem akut yang terjadi berpuluh-puluh tahun,” tegas Dedi Mulyadi saat penandatanganan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

PSEL di Sarimukti akan melayani enam daerah sekaligus:

  • Kota Bandung
  • Kota Cimahi
  • Kabupaten Bandung
  • Kabupaten Bandung Barat
  • Kabupaten Cianjur
  • Kabupaten Purwakarta

Sementara itu, PSEL di Kayumanis Bogor akan menangani sampah dari Kota Bogor dan Kota Depok.

Artinya, jutaan warga akan terdampak langsung dari proyek ini.

Dedi mengungkapkan, ide ini bukan datang tiba-tiba. Pemerintah bahkan telah melakukan studi banding ke berbagai negara maju seperti Jepang, Cina, dan Jerman.

Kini, konsep tersebut akhirnya dieksekusi di Jawa Barat.

“Saya memandang bahwa Sarimukti adalah tempat yang ideal untuk mengelola sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Pengelolaan proyek ini nantinya akan melibatkan Danantara, sementara pemerintah daerah bertugas memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan lancar.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana, melainkan amanat langsung dari Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, kota dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari wajib menggunakan pendekatan teknologi waste to energy.

“Ini menjadi cara untuk memastikan masalah sampah diselesaikan secara serius dan terstruktur,” kata Hanif.

Penandatanganan ini menjadi titik balik penanganan sampah di Jawa Barat.

Setelah ini, pemerintah daerah diminta segera bergerak cepat melengkapi administrasi dan masuk ke tahap pembangunan.

Pesannya jelas: era sampah menumpuk tanpa solusi harus berakhir.

Kini publik menunggu, apakah proyek besar ini benar-benar akan mengubah wajah Jawa Barat… atau kembali jadi janji ambisius yang sulit terwujud?

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bupati Dian Tantang IMM Kuningan Jadi Motor Perubahan, Soroti Industri hingga Pertanian Modern

KUNINGAN — Dian Rachmat Yanuar menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah...

Bupati Dian Soroti Judi Online hingga Anak Kecanduan Gadget Saat Buka MTQ Nusaherang

KUNINGAN — Dian Rachmat Yanuar menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil...

Tangis Haru Iringi Pelepasan Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Titip Doa untuk Daerah

KUNINGAN – Suasana haru menyelimuti Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center saat ratusan...

Banjir Cisantana Disorot, KAWALI Sentil Pemda: Jangan Hanya Salahkan Hujan, Siapa yang Izinkan Bangunan di Resapan Air?

KUNINGAN – Banjir yang menerjang kawasan Cisantana kini memantik polemik baru. Setelah...