Home Kuningan 67 Pejabat Berebut Kursi Strategis, Bupati Dian Rachmat Yanuar Tegaskan: Tak Ada Pengkondisian!

67 Pejabat Berebut Kursi Strategis, Bupati Dian Rachmat Yanuar Tegaskan: Tak Ada Pengkondisian!

Share
Share

KUNINGAN — Sebanyak 67 pejabat Eselon III bersaing dalam uji kompetensi teknis untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Di tengah proses seleksi yang krusial ini, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan satu hal penting: tidak ada ruang untuk “pengkondisian”.

Penegasan itu disampaikan saat monitoring pelaksanaan uji kompetensi melalui tahapan penulisan makalah dan wawancara yang digelar di SMP Negeri 1 Kuningan, Selasa (21/04/2026).

Dalam arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat posisi strategis yang kosong, yakni:

  • Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan
  • Kepala Dinas Sosial
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)
  • Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A)

Tak hanya itu, gelombang pensiun pejabat dalam waktu dekat dipastikan akan menambah daftar kekosongan.

“Ke depan, bisa puluhan posisi eselon II yang harus diisi,” ungkapnya.

Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, Bupati menegaskan bahwa dirinya bahkan belum mengetahui hasil penilaian yang sedang berjalan.

“Proses ini harus transparan, tidak ada pengkondisian. Saya sendiri belum mengetahui hasil penilaian, baik dari manajemen talenta maupun uji kompetensi teknis,” tegasnya.

Ia juga meminta Sekretaris Daerah memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa jabatan tinggi pratama tidak boleh hanya diisi oleh pejabat yang “aman posisi”.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah sosok dengan kinerja tinggi, berani berinovasi, dan mampu membuat terobosan nyata.

“Bukan sekadar menjaga status quo, tapi berani mengambil risiko dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Para calon pejabat nantinya akan dihadapkan pada tantangan besar daerah, mulai dari:

  • Penanganan kemiskinan
  • Pengangguran
  • Stunting
  • Hingga pembangunan infrastruktur

Karena itu, seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan pintu masuk lahirnya energi baru dalam birokrasi Kuningan.

Melalui proses seleksi berbasis kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap dapat menghadirkan pejabat yang benar-benar siap bekerja, bukan sekadar mengisi kursi.

Sebuah langkah yang, jika konsisten dijalankan, bisa menjadi penanda perubahan wajah birokrasi ke arah yang lebih responsif, profesional, dan berorientasi pada masyarakat. (Bengpri)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tak Semua Perjuangan Terlihat, Ini Pesan Menyentuh Wabup Tuti untuk Perempuan Kuningan

KUNINGAN – Tidak semua perjuangan terlihat. Namun bagi banyak perempuan, hidup adalah...

Stunting Masih Jadi Alarm Serius, Wabup Tuti Andriani Kumpulkan Semua Kekuatan di Kuningan

KUNINGAN – Isu stunting kembali menjadi sorotan serius di Kuningan. Wakil Bupati...

Di Balik ‘Jejak Hati’, Ada Perempuan yang Selalu Menguatkan

KUNINGAN — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kuningan menyimpan satu momen...

Bukan Sekadar Buku, ‘Jejak Hati’ Jadi Simbol Perjalanan Dian dan Dukungan Sang Istri

KUNINGAN — Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten...