KUNINGAN — Dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuningan kembali melakukan safari dialog ke berbagai lembaga keagamaan.
Kali ini, FKUB bersilaturahmi ke PD Persatuan Islam (PERSIS) Kuningan untuk menggali perspektif dakwah sebagai rahmatan lil ‘alamin sekaligus mendengarkan aspirasi langsung dari pimpinan organisasi.
Pertemuan berlangsung hangat. FKUB dan PD PERSIS membahas bagaimana dakwah Islam harus muncul dengan wajah sejuk, merangkul, serta memuliakan sesama manusia.
Sebagai ruh dari agama, dakwah dipandang bukan hanya penyampaian ajaran, tetapi jalan menjaga keluhuran Islam.
Tiga prinsip utama dakwah, Tasamuh (toleransi), Tawassuth (moderat), dan Tawazzun (keseimbangan) menjadi fokus pembahasan.
Ketiganya dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga keharmonisan keberagaman di Kabupaten Kuningan.
Dalam diskusi tersebut, makna rahmatan lil ‘alamin ditekankan sebagai konsep besar bahwa Islam hadir untuk memberi rahmat kepada seluruh alam.
Semua manusia adalah kawan, bukan lawan. Islam tidak memiliki musuh, dan yang ada hanyalah pola asuh, cara mendidik, mengayomi, dan membimbing dengan penuh kasih.
Gagasan ini mendapat sambutan baik dari PD PERSIS sebagai pandangan dakwah yang relevan dengan kondisi masyarakat yang semakin beragam.
Ketua FKUB: Kerukunan Tidak Lahir dari Pidato, Tapi dari Pertemuan Hati
Ketua FKUB Kabupaten Kuningan, Dr. H. A. Fenny Rahman, HS., M.Pd menegaskan bahwa nilai dakwah rahmatan lil ‘alamin menjadi dasar kuat bagi FKUB untuk terus mendatangi berbagai lembaga keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi.
“Ketika kita memahami bahwa sesama manusia adalah kawan, bukan ancaman, maka kerukunan bukan lagi program, tetapi kebutuhan. FKUB hadir untuk menjaga ruang dialog tetap terbuka, agar tidak ada sekat antarumat beragama di Kuningan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa FKUB berkomitmen hadir langsung ke lapangan, menyerap aspirasi, dan membangun kolaborasi lintas iman.
“Kerukunan itu tidak lahir dari pidato, tetapi dari pertemuan hati ke hati. Dengan tasamuh, tawassuth, dan tawazzun, Insya Allah Kuningan akan selalu menjadi rumah yang tenang bagi semua,” tambahnya.
Kunjungan ke PD PERSIS merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi FKUB Kuningan yang sebelumnya telah menyambangi Ponpes Husnul Khotimah, Ponpes Al-Multazam, LDII, Sunda Wiwita, PUI, PD Muhammadiyah, PC NU, UNISA, UM Kuningan, UBHI.
Kegiatan ini membuktikan bahwa FKUB tidak hanya bekerja di ruang rapat, tetapi benar-benar turun ke bawah untuk merawat harmoni dan memastikan setiap kelompok keagamaan merasa didengar.
Leave a comment