CIREBON — Tim Triprometheus dari SMAN 1 Mandirancan menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang Industrial Engineering Festival Cirebon (IEFC) 2025 yang digelar Fakultas Teknologi Industri ITB, mereka sukses meraih Juara 2 Nasional, sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan sekolah tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kuningan.
Tiga siswa terbaik Ghani Aqeel Khairi, Alya Ramadhani, dan Chalista Naifa Adisty, membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian melangkah melampaui batas diri adalah kunci kemenangan.
Babak final berlangsung dramatis dalam format cerdas cermat industrial engineering yang mempertemukan tiga tim kuat: SMAN 1 Mandirancan, SMK Negeri 1 Blitar, dan SMA IT As-Syifa Boarding School Wanareja.
Sejak awal, persaingan berlangsung panas. Triprometheus beberapa kali memimpin, kemudian tersalip, sebelum kembali mengejar dengan jawaban cepat dan presisi. Ketegangan di ruang final membuat suasana seperti kompetisi tingkat perguruan tinggi, bukan lagi antar pelajar SMA.
Pada akhirnya, SMAN Mandirancan harus puas di posisi runner-up, sementara tim As-Syifa Wanareja keluar sebagai juara 1. Meski begitu, sorak bangga untuk Triprometheus tak kalah keras; usaha mereka benar-benar maksimal dan menginspirasi.
Ketatnya final ini juga tidak lepas dari kualitas para juri yang kompeten dan berpengalaman di bidang teknik industri dan dunia industri nasional:
Suprayogi S.T, M.T, Ph.D – Dosen KK Sistem Industri dan Tekno Ekonomi, Teknik Industri FTI ITB
Muhamad Fitra Azril, S.T – People Development & Management, PT Telkomsel
Nadia Valmae Ariani, S.T – Construction & Deployment Officer, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
Dengan standar penilaian tinggi dan materi yang mendalam, capaian Triprometheus semakin menunjukkan bahwa mereka bukan tim biasa, mereka adalah para calon engineer masa depan.
Alya Ramadhani, salah satu anggota tim Triprometheus SMAN Mandirancan menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi juara 2 dalam kompetisi nasional ini.
“Saya sangat bangga sekali bisa menjadi finalis dalam kompetisi ini, awalnya saya diajak membuat tim oleh Ghani (anggota tim lainnya) untuk ikut kompetisi ini karena Ghani sangat ingin nantinya bisa masuk ke ITB”
Menurut Alya , nama tim Triprometheus artinya adalah Pemikir Masa Depan
“Saya ingin sekali bisa masuk ITB usai lulus SMA nanti” ujar Ghani Aqeel Khairy
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi SMAN Mandirancan lainnya, bahwa sekolah dari daerah bukanlah penghalang untuk bersinar di level nasional.
Ghani, Alya, dan Chalista telah membuktikan bahwa tekad kuat dan keberanian untuk bermimpi akan selalu menemukan panggungnya. (Beng).
Leave a comment