Home Nasional Bangkit Setelah 7 Tahun! Emilia Nova Pecah Rekor Nasional dan Persembahkan Emas Terakhir Atletik Indonesia di SEA Games 2025

Bangkit Setelah 7 Tahun! Emilia Nova Pecah Rekor Nasional dan Persembahkan Emas Terakhir Atletik Indonesia di SEA Games 2025

Share
Share

BANGKOK – Penantian panjang itu akhirnya berakhir manis. Emilia Nova memastikan cabang olahraga atletik Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand dengan medali emas penuh emosi, usai menjuarai nomor heptathlon di Stadion Supachalasai, Bangkok, Selasa (16/12) malam.

Dengan total 5.497 poin, Emilia Nova tampil sebagai yang terbaik, mengungguli atlet Vietnam Hoang Thanh Giang (5.455 poin) dan wakil Filipina Sarah Dequinan (5.201 poin). Kemenangan ini tak sekadar emas—melainkan kisah kebangkitan setelah tujuh tahun terpuruk.

“Alhamdulillah, senang banget. Aku terakhir dapat emas heptathlon itu 2017, dan sempat off lama karena cedera dan operasi,” ujar Emilia penuh haru.

Emas ini terasa sangat spesial. Terakhir kali Emilia mencicipi podium tertinggi heptathlon terjadi delapan tahun lalu. Cedera, operasi, dan masa pemulihan panjang sempat menjauhkannya dari performa terbaik. Namun di Bangkok, ia membuktikan bahwa tekad dan kesabaran mampu mengalahkan waktu.

Tak berhenti di medali emas, Emilia Nova juga mencatatkan rekor nasional baru. Raihan 5.497 poin sukses memecahkan rekor lamanya sendiri, 5.386 poin, yang bertahan sejak 2017.

“Hari ini bukan cuma emas, tapi juga rekor nasional. Alhamdulillah,” katanya.

Emilia mengakui pencapaiannya sudah sesuai ekspektasi setelah menjalani persiapan bertahap, meski beberapa tahun terakhir diwarnai masalah fisik.

“Prosesnya panjang, sempat cedera dan operasi, tapi hasil ini jadi bukti kerja keras,” ujarnya.

Kemenangan Emilia Nova sekaligus menjadi emas terakhir atletik Indonesia di SEA Games 2025, dan memastikan tim atletik melampaui target. Dari target awal 7 medali emas, Indonesia justru sukses membawa pulang 9 emas.

Bangkok menjadi saksi: Emilia Nova bukan hanya kembali, tapi kembali dengan rekor dan sejarah baru.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Desa Wisata yang Ditanam, Lalu Ditinggal Tumbuh Sendiri

Duamata.id - Saya tersenyum membaca pernyataan bahwa maju mundurnya desa wisata tergantung...

Pesta Dadung dan 1.000 Kentongan: Ketika Budaya Menjaga Alam di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Cigugur kembali membuktikan bahwa...

DAMAR SEWU MENYALA, CIGUGUR MERAWAT CAHAYA PERADABAN

KUNINGAN – Saat senja perlahan menyerahkan langit Cigugur kepada malam, satu per...

Bunda Ela Helayati Panen Bawang Bersama Warga Desa Cilimus, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Sukses

KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, turun...