KUNINGAN – Pernyataan tegas dilontarkan Dian Rachmat Yanuar saat melantik Adang Kurniawan, SE sebagai Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan periode 2026–2031, Senin (23/2/2026).
Di hadapan jajaran pejabat dan internal perusahaan, Bupati secara terbuka menyebut kondisi PDAU sedang “tidak sehat”.
Pelantikan yang digelar di Ruang Rapat Sang Adipati Setda itu turut disaksikan Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda Uu Kusmana, serta direktur sebelumnya Heni Susilawati.
“Ini tantangan besar. PDAU perlu pembenahan total, baik dari sisi kinerja maupun SDM. Harus ada lompatan, tidak bisa business as usual,” tegas Dian.
Ia bahkan mengibaratkan jabatan direktur sebagai nahkoda di tengah badai. Menurutnya, kepemimpinan sejati justru lahir saat organisasi sedang goyah.
Lebih tajam lagi, Dian menuntut PDAU tidak lagi bergantung pada intervensi pemerintah daerah. Perusahaan daerah itu diminta mandiri dan benar-benar menjadi mesin penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur baru, Adang Kurniawan, langsung memasang angka berani: Rp1 miliar untuk PAD tahun ini.
“Satu tahun ini, Insyaallah kami setorkan Rp1 miliar ke PAD,” ujar Adang optimistis.
Tak berhenti di situ, ia juga membidik penyelesaian utang perusahaan yang menembus lebih dari Rp500 juta. Targetnya cukup ekstrem: tuntas dalam 100 hari kerja.
Langkah awal langsung dilakukan. Usai pelantikan, Adang bergerak ke kantor PDAU di Cirendang untuk konsolidasi internal.
Ia mengaku akan memetakan ulang seluruh potensi bisnis dan membangun jejaring baru demi mengangkat kembali performa perusahaan.
Dian pun berharap PDAU bisa menyusul BUMD sehat seperti Bank Kuningan dan PDAM Kuningan yang telah memberi kontribusi nyata bagi daerah.
Kini sorotan publik tertuju pada Adang. Mampukah ia membuktikan janji Rp1 miliar dan menutup utang dalam 100 hari? Atau justru badai akan semakin besar?
Waktu yang akan menjawab.(Bengpri).
Leave a comment