KUNINGAN — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Bunda Ela Helayati melalui kunjungan langsung kepada seorang anak yang tengah menghadapi kondisi kesehatan cukup berat. Anak tersebut adalah Azrina Maharani Putri (12) dari Desa Patalagan Kecamatan Pancalang, siswi kelas 6 sekolah dasar yang telah lima tahun menderita penyakit kulit menahun.
Berdasarkan keterangan keluarga, keluhan bermula saat Reni berusia 6 tahun, ditandai dengan luka kecil di sekitar mulut. Namun seiring waktu, kondisi tersebut semakin meluas hingga hampir 80 persen bagian tubuhnya. Berbagai upaya pengobatan, baik secara medis maupun alternatif, telah dilakukan, tetapi hingga saat ini belum memberikan hasil yang signifikan.
Selain menghadapi persoalan kesehatan, Reni juga hidup dalam kondisi sosial yang memprihatinkan. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia. Orang tuanya telah berpisah, ibunya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Bahrain, sementara ayahnya tidak lagi memberikan pengasuhan.
Dalam kunjungannya, Bunda Ela hadir untuk melihat langsung kondisi Reni sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Ia menyempatkan berdialog dengan kakek dan nenek Reni guna memahami kebutuhan yang mendesak, baik dari sisi medis maupun sosial.
Sebagai bentuk kepedulian, Bunda Ela menyerahkan bantuan uang kepada keluarga. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban, terutama dalam memenuhi kebutuhan pengobatan yang masih harus terus dijalani.
“Anak-anak seperti Reni membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan dan berbagai pihak terkait,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar penanganan Reni dapat dilakukan secara lebih terpadu, mulai dari penegakan diagnosa medis yang pasti, pengobatan berkelanjutan, hingga pendampingan sosial dan edukasi kesehatan bagi keluarga.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian, khususnya anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, kehadiran dan kepedulian dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi penguat bagi Reni dan keluarganya dalam menjalani proses pengobatan ke depan. (Bengpri)
Leave a comment