GARUT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Garut memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendorong kemajuan daerah, terutama di sektor pariwisata. Ia pun mendorong masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Garut agar lebih serius menggarap sektor tersebut sebagai motor penggerak ekonomi.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut Tahun 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu (18/2/2026). Milangkala tahun ini mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” sebagai refleksi kebanggaan dan identitas daerah.
Menurut Dedi, sektor pariwisata berpotensi menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar karena pajaknya langsung masuk ke kas daerah. Bahkan, ia menilai potensi pemasukan dari pariwisata bisa melampaui sektor pertambangan.
Meski demikian, ia menekankan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi, seperti pengembangan infrastruktur, penguatan branding, serta tata kelola lingkungan. Penataan warung, rumah makan, dan kawasan wisata juga perlu diprioritaskan agar memiliki ciri khas sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Pengembangan infrastruktur, branding, dan tata kelola lingkungan perlu dibahas untuk meningkatkan daya tarik wisata. Penataan warung, rumah makan, dan kawasan wisata menjadi prioritas agar memiliki ciri khas dan kenyamanan bagi pengunjung,” papar Dedi Mulyadi.
Dedi menegaskan, pariwisata harus menjadi prioritas karena mampu mendatangkan pendapatan tanpa merusak alam. Untuk itu, ia menyarankan evaluasi dan revisi tata ruang wilayah guna menata zona pertanian, hortikultura, dan pariwisata agar kawasan gunung, lembah, serta lereng tetap terlindungi dari kerusakan lingkungan.
Leave a comment