KUNINGAN — Siapa sangka, panggilan ke nomor darurat pemadam kebakaran tak selalu soal api dan asap. Pagi itu, Selasa (23/12/2025), suara di ujung telepon terdengar lirih. Bukan laporan kebakaran, melainkan permintaan bantuan dari seorang siswi berusia 15 tahun.
Namanya Syahira Putri Amelia, siswi SMKN 1 Kuningan asal Desa Puncak, Kecamatan Cigugur. Hari itu adalah jadwal pembagian rapor. Namun Syahira kebingungan. Ibunya harus bekerja dan tak bisa meninggalkan pekerjaan.
Ayahnya telah lama wafat. Sementara sang kakak berada di luar kota. Dalam kondisi terdesak dan tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, Syahira akhirnya menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Dan di situlah kisah kemanusiaan itu dimulai.
Tanpa banyak tanya, dua anggota piket Regu 2 Damkar Kuningan berangkat pukul 08.00 WIB.
Bukan membawa selang air atau alat pemadam, melainkan membawa empati. Lima belas menit kemudian, mereka tiba di SMKN 1 Kuningan untuk mewakili orang tua Syahira mengambil rapor.
Proses berjalan lancar. Tak ada api yang dipadamkan, tak ada korban yang dievakuasi. Namun bagi Syahira, bantuan itu adalah penyelamatan, penyelamatan rasa percaya diri, harapan, dan masa depan seorang anak.
Sekitar pukul 09.30 WIB, tugas selesai.
Rapor berhasil diambil. Wajah Syahira kembali tersenyum.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa tugas pemadam kebakaran tak hanya soal kebakaran, tetapi juga soal hadir ketika warga membutuhkan, sekecil apa pun itu.
Di Kabupaten Kuningan, sirene kemanusiaan tak selalu berbunyi keras, kadang ia hadir dalam diam, dalam kepedulian.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kebakaran maupun penyelamatan, Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan dapat dihubungi melalui 0232 871113.(Bengpri).
Leave a comment