Home Jabar KDM: Jangan Komersilkan Ciremai, Stop Tanam Pohon Seremonial Cuma untuk Panggung

KDM: Jangan Komersilkan Ciremai, Stop Tanam Pohon Seremonial Cuma untuk Panggung

Share
Share

KUNINGAN – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menepati janjinya turun langsung ke kawasan Gunung Ciremai. Tanpa seremoni, KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kamis (15/1/2026).

Sidak dimulai dari wilayah Pasawahan, lokasi yang belakangan ramai diperbincangkan akibat dugaan aktivitas penambangan batu di kawasan konservasi.

Dari lokasi tersebut, KDM melanjutkan peninjauan ke objek wisata Telaga Nilem, Desa Kaduela.
Saat berada di jalur bekas galian, KDM terlihat geram.

Ia berdialog langsung dengan Kepala Balai TNGC Kuningan, Toni Anwar, sambil menunjuk bekas-bekas kerusakan alam.

“Ini di kaki Gunung Ciremai nambang batu, lihat. Disangkanya saya tidak akan diam-diam sampai ke sini,” ujar KDM dengan nada tegas.

Dalam dialog tersebut, KDM menegaskan bahwa penambangan di kawasan konservasi tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Ia juga menyoroti proyek-proyek penanaman pohon yang dinilainya hanya bersifat seremonial.

“Nanam pohon seremonial, setelah itu ditinggalkan. Gundul kau, Pak! Itu bukan pemulihan,” tegasnya.

Tak berhenti pada teguran, KDM langsung melontarkan solusi tak biasa. Ia menggagas skema pemulihan kawasan Ciremai dengan melibatkan masyarakat sekitar secara langsung dan berkelanjutan.

“Warga yang biasa nambang nanti dialihkan. Mereka tanam dan urus pohon, digaji satu setengah juta per bulan. Selama saya memimpin, sampai pohonnya besar,” katanya.

Selain tambang, KDM juga menyinggung lemahnya pengawasan pencurian kayu bernilai ekonomi tinggi seperti sonokeling.

Ia bahkan membuka peluang keterlibatan Pemprov Jabar untuk menambah personel pengawasan di kawasan TNGC.

Menutup sidak, KDM menegaskan komitmennya menjaga Ciremai meski kawasan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Tugas kita menjaga Ciremai, bukan mengkomersilkan Ciremai,” pungkasnya.

Dalam sidak ini, KDM tidak didampingi Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. maupun Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Berdasarkan keterangan Sekda Kuningan, Bupati Dian tengah menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sementara Wakil Bupati Tuti mengikuti Rakornas Kemendagri di Jakarta serta agenda pembentukan Paskibraka oleh BPIP.

Sekda Kuningan menuturkan, bahwa Bupati Kuningan menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Barat atas kepedulian dan komitmennya dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai.

Sidak yang dilakukan menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak.

“Bahwa kawasan Ciremai adalah wilayah konservasi yang harus dijaga bersama. Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan berkomitmen, bahwa sedari awal menjaga kelestarian ciremai adalah hal yang tidak bisa tawar karena itu menyangkut kelangsungan ruang hidup bagi masyarakat kuningan lintas generasi. ” ujar Bupati Dian melalui Sekda.(Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Desa Wisata yang Ditanam, Lalu Ditinggal Tumbuh Sendiri

Duamata.id - Saya tersenyum membaca pernyataan bahwa maju mundurnya desa wisata tergantung...

Pesta Dadung dan 1.000 Kentongan: Ketika Budaya Menjaga Alam di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Cigugur kembali membuktikan bahwa...

DAMAR SEWU MENYALA, CIGUGUR MERAWAT CAHAYA PERADABAN

KUNINGAN – Saat senja perlahan menyerahkan langit Cigugur kepada malam, satu per...

Bunda Ela Helayati Panen Bawang Bersama Warga Desa Cilimus, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Sukses

KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, turun...