BANDUNG — Penutupan sementara aktivitas tambang dan angkutan material di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin, Kabupaten Bogor, ternyata membawa kabar baik bagi ribuan warga terdampak.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan sosial tidak direncanakan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga kepada 2.938 KK.
Kebijakan penutupan tambang tersebut ditetapkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui surat bernomor 7920/ES.09/PEREK tertanggal 25 September 2025, menyusul dampak kerusakan lingkungan dan ancaman keselamatan masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyebutkan penyaluran bantuan telah dilakukan pada Desember 2025 dalam dua tahap.
Tahap pertama menyasar 928 KK di lima desa Kecamatan Parungpanjang, sementara tahap kedua menjangkau 2.010 KK di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.
Tak berhenti di situ, pemerintah memastikan bantuan akan terus berlanjut. Sebanyak 15.293 KK yang belum menerima bantuan dipastikan akan mendapatkan bansos pada tahun 2026, melalui tahap III dan IV.
“Masyarakat yang belum mendapat bantuan pada 2025 dipastikan akan menerima pada 2026,” ujar Ade.
Total bantuan yang akan digelontorkan pun tak kecil, mencapai puluhan miliar rupiah, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat terdampak kebijakan penataan lingkungan dan keselamatan.
Leave a comment