Kuningan — Kabupaten Kuningan mendapat perhatian khusus dari kalangan militer. Puluhan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) datang langsung untuk mengkaji potensi hingga kerawanan wilayah dalam program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan 2026.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (7/4/2026).
Sebanyak 23 peserta Seskoad bersama pendamping hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama 6–9 April 2026, dengan fokus pada pengumpulan data strategis terkait pertahanan wilayah dan penanggulangan bencana.
Rombongan dipimpin Kolonel Inf. Chrisbianto Arimurti, bersama jajaran perwira lainnya. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari kajian mendalam untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah berbasis kondisi nyata di lapangan.
Bupati Dian pun menyambut hangat sekaligus mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kuningan sebagai lokasi kajian.
“Ini momentum penting untuk bertukar informasi dan memperkuat sinergi dalam menciptakan wilayah yang aman dan tangguh,” ujarnya.
Dalam paparannya, Bupati Dian mengungkapkan bahwa Kuningan memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Jawa Tengah dan memiliki keragaman sosial budaya.
Namun di balik itu, terdapat tantangan serius.
Wilayah yang didominasi perbukitan dan berada di kawasan Gunung Ciremai membuat Kuningan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Hampir setiap hari ada laporan bencana, mulai dari longsor hingga pergerakan tanah,” ungkapnya.
Hal ini menjadi perhatian penting dalam konteks pertahanan wilayah, terutama dalam menghadapi kondisi darurat.
Di sisi lain, Bupati Dian menegaskan arah pembangunan Kuningan yang tetap konsisten pada sektor pertanian dan pariwisata berbasis konservasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat selektif terhadap investasi, terutama yang berpotensi merusak lingkungan.
“Pertumbuhan ekonomi harus seimbang dengan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Program bantuan benih gratis dan subsidi pupuk bahkan disebut berhasil menekan angka kemiskinan dan pengangguran dalam waktu relatif singkat.
Tak hanya sektor ekonomi, Pemkab Kuningan juga tengah fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk penanganan ratusan ruas jalan rusak.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah.
Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi dan fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek pertahanan dan keamanan.
“Masukan dari Seskoad akan sangat bermanfaat bagi kami dalam merumuskan kebijakan ke depan,” katanya.
Sementara itu, pihak Seskoad menyampaikan bahwa KKL ini bertujuan menghimpun data sebagai bahan analisis dalam merumuskan strategi pertahanan wilayah, khususnya dalam penanganan bencana.
Kegiatan ditutup dengan diskusi, pengumpulan data lapangan, serta penyerahan cinderamata sebagai simbol kolaborasi antara Pemkab Kuningan dan Seskoad.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Kuningan tidak hanya dilihat sebagai daerah potensial, tetapi juga sebagai wilayah strategis yang memiliki peran penting dalam sistem pertahanan dan ketahanan nasional. (Bengpri).
Leave a comment