Home Kuningan PPSI Kuningan Gelar KONFERDA, Bupati: Pencak Silat Benteng Budaya Bangsa

PPSI Kuningan Gelar KONFERDA, Bupati: Pencak Silat Benteng Budaya Bangsa

Share
Share

KUNINGAN – Pencak silat kini berada di persimpangan jalan. Di tengah gempuran olahraga bela diri modern seperti Muay Thai, tinju, hingga MMA, warisan leluhur bangsa ini dituntut beradaptasi atau tertinggal.

Pesan tegas itu disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. saat membuka Konferensi Daerah (KONFERDA) Pemilihan Ketua DPD PPSI Kabupaten Kuningan Periode 2026–2031, Selasa (28/1/2026).

Di hadapan para tokoh, sesepuh, dan perwakilan paguron, Bupati menegaskan bahwa PPSI tidak boleh dikelola dengan cara lama.

Menurutnya, tradisi justru akan punah jika terus dipertahankan dengan pola tradisional tanpa sentuhan manajemen modern.

“PPSI bukan sekadar organisasi bela diri, tapi benteng terakhir pelestarian seni budaya bangsa. Tradisi tidak boleh dikelola secara tradisional,” tegasnya.

Bupati menilai, jika PPSI gagal membaca zaman, generasi muda akan semakin menjauh. Ketertarikan anak muda pada bela diri modern menjadi alarm keras bagi pencak silat untuk berbenah, tanpa kehilangan jati dirinya.

Ia juga mengingatkan identitas Kuningan sebagai tanah para pendekar. Filosofi kuda dalam simbol daerah disebutnya sebagai cerminan karakter pendekar sejati: kecil, gesit, lincah, berani, dan bertanggung jawab, nilai yang harus hidup dalam kepemimpinan PPSI ke depan.

Lebih tajam lagi, Bupati mengingatkan agar kepemimpinan PPSI tidak berhenti pada perebutan jabatan semata. Organisasi, kata dia, hanya akan hidup jika pemimpinnya menghadirkan program nyata dan pembinaan berkelanjutan.

“Lebih baik target kecil tapi tercapai, daripada target besar hanya tinggal di atas kertas,” ujarnya.

Tak hanya soal prestasi, pencak silat juga didorong menjadi kekuatan ekonomi dan pariwisata budaya.

Atraksi silat dinilai berpotensi tampil rutin di hotel dan destinasi wisata, sekaligus membuka ruang kesejahteraan bagi para pesilat.

Menutup sambutannya, Bupati mendorong penguatan sinergi pentahelix antara pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media agar PPSI Kuningan tidak sekadar bertahan, tetapi benar-benar bangkit dan relevan di era modern.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tak Semua Perjuangan Terlihat, Ini Pesan Menyentuh Wabup Tuti untuk Perempuan Kuningan

KUNINGAN – Tidak semua perjuangan terlihat. Namun bagi banyak perempuan, hidup adalah...

Stunting Masih Jadi Alarm Serius, Wabup Tuti Andriani Kumpulkan Semua Kekuatan di Kuningan

KUNINGAN – Isu stunting kembali menjadi sorotan serius di Kuningan. Wakil Bupati...

67 Pejabat Berebut Kursi Strategis, Bupati Dian Rachmat Yanuar Tegaskan: Tak Ada Pengkondisian!

KUNINGAN — Sebanyak 67 pejabat Eselon III bersaing dalam uji kompetensi teknis...

Di Balik ‘Jejak Hati’, Ada Perempuan yang Selalu Menguatkan

KUNINGAN — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kuningan menyimpan satu momen...