Home Ekonomi Jepang Jadi Target! Jabar Siapkan Ribuan Pengasuh Profesional

Jepang Jadi Target! Jabar Siapkan Ribuan Pengasuh Profesional

Share
Share

CIREBON — Lonjakan jumlah lansia di Jawa Barat memicu alarm serius. Dengan lebih dari 5,3 juta jiwa lansia atau 11,25 persen dari total penduduk, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kini tancap gas menyiapkan pengasuh profesional berstandar global, bahkan membidik pasar Jepang.

Langkah strategis ini dilakukan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna meningkatkan kompetensi caregiver (pengasuh), baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun internasional.

Data menunjukkan, di sejumlah daerah seperti Sumedang, Kuningan, dan Majalengka, persentase lansia bahkan telah menembus angka 17 persen, jauh di atas rata-rata provinsi. Kondisi ini membuat kebutuhan pengasuh terlatih kian mendesak.

“Lebih dari 80 persen perawatan lansia di Indonesia masih dibebankan kepada keluarga yang tidak memiliki pelatihan,” ungkap Peneliti Ahli Pertama BP2D Jawa Barat, Hana Riana Permatasari.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Tindak Lanjut Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemprov Jabar dan BRIN di SMK Negeri 1 Mundu, Cirebon, Rabu (21/1/2026).

Sinergi ini diarahkan untuk mentransformasi Pekerja Migran Indonesia dari sektor domestik seperti asisten rumah tangga menjadi care worker profesional bersertifikat yang memiliki daya saing global.

Wilayah Metropolitan Rebana—meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Sumedang, dan Kuningan—diproyeksikan sebagai lumbung tenaga kerja caregiver terampil. Saat ini, terdapat 33 SMK di kawasan tersebut yang memiliki konsentrasi keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, Pemprov Jabar dan BRIN juga menyiapkan langkah besar di level kebijakan. Di antaranya, penyusunan Perda atau Pergub yang mengatur standar kompetensi serta perlindungan kerja bagi pengasuh.

Selain itu, para caregiver akan didorong untuk mengantongi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Akselerasi kompetensi juga dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Caregiver serta perluasan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di wilayah Pantura.

Kerja sama ini turut mengintegrasikan pendidikan formal SMK dengan jalur pelatihan cepat melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), agar kebutuhan pasar dapat dijawab secara cepat dan terukur.

Melalui strategi komprehensif ini, Jawa Barat menargetkan diri sebagai center of excellence ekonomi perawatan global, sekaligus memastikan para lansia di dalam negeri mendapatkan perawatan yang bermartabat, aman, dan berkualitas.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tak Semua Perjuangan Terlihat, Ini Pesan Menyentuh Wabup Tuti untuk Perempuan Kuningan

KUNINGAN – Tidak semua perjuangan terlihat. Namun bagi banyak perempuan, hidup adalah...

Stunting Masih Jadi Alarm Serius, Wabup Tuti Andriani Kumpulkan Semua Kekuatan di Kuningan

KUNINGAN – Isu stunting kembali menjadi sorotan serius di Kuningan. Wakil Bupati...

67 Pejabat Berebut Kursi Strategis, Bupati Dian Rachmat Yanuar Tegaskan: Tak Ada Pengkondisian!

KUNINGAN — Sebanyak 67 pejabat Eselon III bersaing dalam uji kompetensi teknis...

Di Balik ‘Jejak Hati’, Ada Perempuan yang Selalu Menguatkan

KUNINGAN — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kuningan menyimpan satu momen...