KUNINGAN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si bersama Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah pembangunan Kabupaten Kabupaten Kuningan dengan visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh).
Acara refleksi yang digelar di Pendopo, Senin (16/2/2026), berlangsung semarak dengan sentuhan kearifan lokal.
Penampilan teater dari Teater Sado mengangkat capaian kinerja selama setahun, disusul peluncuran lagu “Kuningan Melesat” lengkap dengan koreografi, serta penayangan video refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan.
Tepat 20 Februari 2025 menjadi awal kepemimpinan dengan tagline “1 Langkah 1000 Harapan.” Namun langkah pertama itu langsung dihadapkan pada realitas berat, pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp111 miliar, gagal salur Dana Bagi Hasil (DBH) Rp78 miliar, serta optimalisasi PAD yang belum maksimal.
Strategi rasionalisasi anggaran pun ditempuh. Efisiensi belanja perangkat daerah dilakukan secara terukur agar setiap rupiah difokuskan pada prioritas masyarakat, terutama infrastruktur dasar dan penguatan sektor ekonomi.
Di tengah tekanan fiskal, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan signifikan:
- Angka kemiskinan turun menjadi 10,74 persen, sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 7,59 persen.
- Pertumbuhan ekonomi melonjak hingga 9,11 persen pada Triwulan III, menjadikan Kuningan salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Jawa Barat, bahkan sempat terbaik di Pulau Jawa pada Triwulan II.
Fokus pada sektor riil, UMKM, pertanian, dan investasi daerah dinilai menjadi motor penggerak pertumbuhan tersebut.
Komitmen memperkuat fiskal diwujudkan melalui penyelesaian tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar pada September 2025, lebih cepat dari jadwal.
Tahun anggaran 2025 ditutup tanpa tunda bayar maupun gagal bayar.
Dampaknya, pembangunan infrastruktur dipercepat. Sebanyak Rp53 miliar dialokasikan untuk perbaikan 153 ruas jalan di berbagai wilayah.
Infrastruktur dipandang bukan sekadar fisik, tetapi akses menuju pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Digitalisasi layanan publik terus didorong agar lebih cepat dan transparan. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemda mencapai 88,84 persen, berdasarkan survei Jamparing Research.
Meski begitu, Bupati Dian menyampaikan komitmen untuk terus berbenah dan membuka ruang kritik dari masyarakat.
Sepanjang 2025, berbagai apresiasi tingkat provinsi dan nasional diraih, di antaranya:
- Person of The Year 2025 – Top Government in Public Relations
- TOP Pembina BUMD
- Visionary Leader of Accelerated Economic
- Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Jawa Barat
- Peningkatan kinerja JDIH
- Pelayanan Adminduk kategori “Baik” dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
- Daerah Percontohan program pengentasan kemiskinan oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Di sektor ketenagakerjaan, lebih dari 13.000 lowongan kerja dibuka dalam 100 hari pertama. Bidang pertanian juga menunjukkan capaian dengan kontribusi terhadap produksi padi Jawa Barat dan nasional, termasuk penyaluran 337 unit alsintan senilai Rp10 miliar.
Penghargaan pengendalian inflasi daerah (Pinunjul Award) diraih empat kali berturut-turut, serta berbagai apresiasi di bidang sosial dan pembangunan daerah tingkat provinsi.
Menutup refleksi, Bupati Dian menegaskan bahwa jabatan memiliki batas waktu, namun pengabdian tidak pernah berhenti.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, ASN, petani, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda untuk menjaga semangat gotong royong.
“Satu tahun ini hanyalah langkah pertama dari ribuan mil perjalanan kita. Mari berjalan bersama untuk menjemput Kuningan Melesat,” ujarnya optimistis.
Satu tahun menjadi fondasi. Tahun-tahun berikutnya adalah kelanjutan ikhtiar menuju Kuningan yang semakin tangguh, berdaya saing, dan benar-benar MELESAT. (Bengpri).
Leave a comment