KUNINGAN – Suasana di depan kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Rabu (10/12/2025), mendadak memanas! Komunitas ALAMKU menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, menyoroti dugaan masalah dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Dalam demonstrasi ini, PSI Kuningan hadir langsung dan menyatakan siap mengawal tuntutan masyarakat sampai ke meja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Aksi ini menjadi sorotan setelah Ketua PSI Kuningan, Asep S. Sonjaya Suparman, berdiri di hadapan massa dan menegaskan bahwa PSI tidak akan tinggal diam.
“PSI bersama rakyat! Ciremai harus lestari. Tidak boleh ada eksploitasi yang merusak masa depan,” tegasnya di tengah kerumunan.
Dalam momentum ini, Ketua PSI Kuningan, Kapolres Kuningan, Dandim, hingga para aktivis lingkungan menggelar penandatanganan Deklarasi Save Ciremai.
Deklarasi tersebut disebut sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga TNGC dari ancaman kerusakan dan eksploitasi.
Salah satu tuntutan paling keras dalam aksi ini adalah permintaan sebagian massa agar Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dibubarkan.
Menyikapi tuntutan ini, Ketua PSI Kuningan berjanji akan membawa aspirasi ini ke Menteri Kehutanan yang juga kader PSI.
“Pembubaran bukan kewenangan kami, tapi aspirasi ini tetap akan kami bawa ke kementerian sebagai bahan evaluasi,” ujar Asep.
PSI juga mendesak BTNGC melakukan pembenahan total dan menuntaskan persoalan-persoalan yang dikeluhkan pendemo, mulai dari transparansi hingga pengelolaan kawasan yang dinilai tidak pro-lingkungan.
Aksi ini menjadi penanda bahwa isu Ciremai kini memasuki babak baru. Publik semakin vokal, aktivis semakin berani, dan PSI menjadi satu-satunya partai politik yang turun langsung mendukung gerakan lingkungan.(Bengpri).
Leave a comment