Home Kuningan BTNGC Dikepung Massa Alamku, Ban Dibakar dan Blokade Jalan Nasional

BTNGC Dikepung Massa Alamku, Ban Dibakar dan Blokade Jalan Nasional

Share
Share

KUNINGAN – Drama panas terjadi di depan Kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Rabu (10/12/2025). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kuningan memblokade jalan nasional, membakar ban, dan menuntut satu hal yakni Presiden Prabowo Subianto segera membubarkan BTNGC!

Koordinator aksi, Yusuf Dandi Asih, meledakkan kemarahan warga lewat pengeras suara. Ia menuding BTNGC telah gagal total mengelola kawasan konservasi sehingga akses air untuk petani semakin krisis.

“Air Ciremai cuma mengalir ke kantong orang-orang bermodal besar! Petani kita kehausan, sawah kering, warga menderita!” teriak Yusuf di tengah aksi

Tak berhenti di situ, Yusuf juga membongkar dugaan pungutan liar dalam pemanfaatan air yang menurutnya sengaja dibiarkan oleh pihak balai.

“Kami ajukan mosi tidak percaya! Presiden harus bubarkan BTNGC sekarang juga!” katanya lantang.

Warga semakin panas ketika isu ini disandingkan dengan penderitaan petani yang berbulan-bulan kekurangan air.

Di tengah gelombang protes, Kepala Balai BTNGC, Toni Anwar, menepis seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.

“Tidak benar! Kami bekerja sesuai prosedur dan melakukan penertiban secara konsisten,” bantah Toni saat dikonfirmasi.

Toni mengakui adanya pemanfaatan air ilegal, namun menolak bahwa pihaknya membiarkan pelanggaran tersebut.

“Yang tanpa izin sudah kami tegur. Kami bentuk tim khusus agar pembagian air berjalan adil,” ujarnya.

Sayangnya, jawaban Toni justru membuat massa semakin geram karena diangg yaap tidak menyentuh akar persoalan.

Beberapa kali massa bergerak mendekati pagar kantor BTNGC sambil melemparkan kecaman. Polisi yang berjaga terpaksa mempertebal barikade untuk mencegah kericuhan.

Asap ban yang membumbung tinggi memenuhi area, sementara pengguna jalan terpaksa memutar arah akibat blokade jalan.

Meski begitu, aksi akhirnya berakhir tertib setelah dilakukan mediasi singkat. Namun, ancaman gelombang protes susulan sudah terdengar di tengah kerumunan.

Warga mengaku tidak akan berhenti sebelum pemerintah pusat turun tangan.

“Kami akan datang lagi kalau pemerintah tidak bertindak. Air Ciremai itu milik rakyat, bukan milik orang kaya!” tutup Yusuf dengan nada tinggi.(Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Desa Wisata yang Ditanam, Lalu Ditinggal Tumbuh Sendiri

Duamata.id - Saya tersenyum membaca pernyataan bahwa maju mundurnya desa wisata tergantung...

Pesta Dadung dan 1.000 Kentongan: Ketika Budaya Menjaga Alam di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Cigugur kembali membuktikan bahwa...

DAMAR SEWU MENYALA, CIGUGUR MERAWAT CAHAYA PERADABAN

KUNINGAN – Saat senja perlahan menyerahkan langit Cigugur kepada malam, satu per...

Bunda Ela Helayati Panen Bawang Bersama Warga Desa Cilimus, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Sukses

KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, turun...