BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak cepat. Ia memastikan akan memimpin langsung misi penjemputan 45 warga Jabar yang terisolasi akibat banjir besar di Takengon, Aceh. Evakuasi dijadwalkan berlangsung Kamis (11/12/2025).
Namun sebelum bertolak ke Aceh, KDM memilih menyelesaikan dulu persoalan yang terjadi di rumah sendiri: memastikan 360 warga terdampak penertiban kawasan oxbow Bojongsoang menerima hak uang kontrakan mereka.
Momen mengharukan terjadi saat KDM berdialog dengan warga Bojongsoang yang tengah mencairkan bantuan kontrakan, Rabu (10/12/2025). Ia meminta izin secara simbolis untuk meninggalkan Jawa Barat demi tugas kemanusiaan.
“Jadi kalau saya ke Aceh meunang nya?” tanya KDM.
“Boleh!” jawab warga serentak.
Suasana pun mencair, namun pesan kemanusiaan KDM sangat jelas.
KDM menegaskan bahwa puluhan warga Jabar di Takengon kini dalam kondisi yang harus segera dievakuasi. Mereka berasal dari Garut, Subang, Purwakarta, hingga Tasikmalaya.
“Mereka terisolasi, tetapi dipastikan aman,” ujar KDM.
Pemprov Jabar juga telah mengirim logistik lengkap untuk memastikan warga bisa bertahan hingga waktu penjemputan: makan, minum, hingga kebutuhan darurat lainnya.
“Seluruh perbekalan mereka sudah cukup. Relawan sudah melaporkan kondisi di lapangan,” tegasnya.
KDM menegaskan, Pemda Provinsi Jabar akan selalu hadir bagi warganya, baik yang tinggal di Jabar maupun para perantau yang terdampak bencana di luar daerah.
“Ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengurus warga Jabar dimanapun berada,” jelasnya.
Sebelum misi besar ke Takengon ini, Pemprov Jabar juga telah memfasilitasi kepulangan satu warga asal Kota Cirebon pada Selasa (8/12/2025). Tiket pesawat dan kebutuhannya ditanggung penuh.
KDM menenangkan keluarga para korban yang menunggu kabar di kampung halaman.
“Warga Cirebon sudah kami pulangkan. Untuk yang lain, kami pastikan semuanya aman dan akan segera dibawa pulang,” katanya.
Leave a comment