KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi motor penggerak dalam membangun keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB) di Aula Kelurahan Cijoho, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang diikuti kader PKK dari Kecamatan Kuningan, Jalaksana, dan Kramatmulya itu bertujuan memperkuat kapasitas keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Dalam sambutannya, Bunda Ela menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Menurutnya, berbagai tantangan, mulai dari persoalan kesehatan hingga bencana, akan lebih mudah dihadapi apabila setiap keluarga memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan.
“Ketangguhan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh ketangguhan setiap keluarganya. Karena itu, PKK harus menjadi pelopor dalam menanamkan budaya hidup sehat, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” ujar Bunda Ela.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para kader dalam sosialisasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat hingga ke tingkat keluarga, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan saling peduli.
“Saya berharap para kader PKK tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi ini. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengedukasi masyarakat, mengajak keluarga hidup sehat, serta membangun budaya tanggap dan gotong royong saat menghadapi bencana,” tambahnya.
Melalui Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB), Tim Penggerak PKK terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program ini diharapkan mampu membangun ketahanan keluarga yang pada akhirnya menjadi pondasi bagi terwujudnya Kabupaten Kuningan yang aman, kuat, sejahtera, dan terus melesat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti materi dan diskusi sebagai bekal untuk diterapkan di lingkungan desa dan kelurahan masing-masing, sehingga semangat mewujudkan keluarga sehat, tanggap, dan tangguh dapat terus berkembang di tengah masyarakat.



Leave a comment