Home Sosial Di Balik Pintu Rumah Sederhana, Bunda Ela Helayati Hadir Menguatkan Emay Martini dan Kusnandar

Di Balik Pintu Rumah Sederhana, Bunda Ela Helayati Hadir Menguatkan Emay Martini dan Kusnandar

Share
Share

KUNINGAN – Bagi sebagian orang, menikmati makanan tiga kali sehari adalah hal yang biasa. Namun bagi Emay Martini dan Kusnandar, warga Kelurahan Cigintung, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari masih menjadi perjuangan yang harus mereka hadapi.

Kondisi itulah yang menggerakkan Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, bersama Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, untuk datang langsung mengunjungi kediaman mereka, Senin (13/7/2026).

Di rumah yang sederhana, Bunda Ela menyapa dengan hangat, mendengarkan cerita kehidupan mereka, dan melihat langsung bagaimana keterbatasan ekonomi menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.

Melalui sinergi LKKS dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, bantuan berupa paket sembako dan santunan diserahkan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada saudara-saudara kita yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan makan setiap hari. Karena itu, kita harus hadir, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian dan harapan agar mereka tetap memiliki semangat menjalani hidup,” ujar Bunda Ela.

Menurutnya, kepedulian sosial tidak akan pernah kehilangan makna ketika diwujudkan dalam tindakan nyata. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan rezeki lebih untuk memperkuat semangat berbagi.

“Masih banyak keluarga dhuafa yang hidup dalam keterbatasan. Kami mengajak para dermawan untuk bersama-sama menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk berbagi, karena rezeki yang kita titipkan kepada sesama akan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Kunjungan itu menjadi pengingat bahwa kemiskinan masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian warga. Namun di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan secercah harapan.

Bagi Emay Martini dan Kusnandar, kehadiran Bunda Ela dan jajaran BAZNAS bukan sekadar membawa sembako dan santunan, tetapi juga menghadirkan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani perjuangan hidup.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bupati Dian Peluk Keluarga Korban Tragedi Gronggong, Pemkab Kuningan Biayai Pendidikan Lovanya hingga Tuntas

KUNINGAN – Duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya...

Dari Desa Bojong, Bunda Ela Bangun Semangat Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana

KUNINGAN – Suasana hangat terasa di Balai Desa Bojong saat ratusan kader...

Hari Pertama Sekolah Harus Bahagia, Bupati Dian: Tidak Ada Lagi Bullying dan Perpeloncoan di Kuningan

KUNINGAN – Hari pertama sekolah seharusnya menjadi momen yang penuh senyum, bukan...

Bunda Ela Helayati Blusukan Temui Warga Disabilitas dan Kaum Dhuafa: “Kepedulian Harus Hadir, Bukan Sekadar Terucap”

KUNINGAN – Bagi Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, Hj....