KUNINGAN — Semangat gotong royong kembali hidup di kawasan Balong Girang Cigugur, Minggu (24/5/2026). Ratusan warga bersama unsur pemerintah turun langsung membersihkan lumpur, puing, dan area kolam demi menyelamatkan habitat Kancra Bodas atau Ikan Dewa yang menjadi ikon sakral masyarakat Cigugur.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Balong Girang, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur itu dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mewakili Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Gotong royong tersebut merupakan inisiatif panitia bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memulihkan habitat Ikan Dewa pasca musibah matinya ribuan ikan beberapa waktu lalu.
Camat Cigugur, Yono Rahmansah, mengatakan kondisi Balong Girang kini perlahan mulai membaik meski sekitar 1.200 ekor ikan terdampak dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah sekarang kondisi sudah mulai pulih kembali. Insyaallah dengan langkah-langkah yang kita lakukan, ekosistem di sini bisa kembali ke habitatnya semula dan tetap menjadi ciri khas Cigugur,” ujarnya.
Menurut Yono, Balong Girang bukan sekadar kolam biasa, melainkan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Cigugur yang memiliki nilai budaya dan spiritual kuat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak ikut menjaga keberlangsungan kawasan tersebut.
Kegiatan bersih-bersih ini juga dilakukan menjelang tradisi adat Seren Taun yang akan digelar dalam waktu dekat. Ke depan, kawasan Balong Girang diharapkan kembali tertata lebih asri dan nyaman sebagai destinasi wisata masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tuti Andriani membacakan sambutan Bupati Kuningan yang menyebut Balong Girang Cigugur memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, sekaligus ekologis yang sangat tinggi karena menjadi habitat khas Kancra Bodas.
“Balong Girang Cigugur bukan hanya sekadar kolam atau sumber mata air, tetapi tempat ini memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, sekaligus nilai ekologis yang sangat tinggi,” demikian kutipan sambutan Bupati.
Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah matinya Ikan Dewa yang menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Hari ini saya merasa bangga melihat masyarakat Cigugur begitu kompak dan turun langsung menguras kolam, membersihkan lumpur, serta menata batu. Inilah kekuatan masyarakat Kuningan yang sesungguhnya,” lanjut sambutan tersebut.
Ia menegaskan, menjaga Balong Girang dan habitat Ikan Dewa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita. Jika kita menjaga mata air, maka mata air akan menjaga generasi kita,” pesannya.
Dalam sambutan itu pula, Bupati mengenang masa kecilnya yang akrab dengan Balong Cigugur karena kawasan tersebut pernah menjadi tempatnya berenang semasa sekolah.
Kegiatan gotong royong kemudian secara resmi dibuka dengan harapan menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus melestarikan Ikan Dewa sebagai warisan khas Kabupaten Kuningan. (Bengpri).


Leave a comment