Home Kuningan Tangis Bunda Ela Pecah di Rumah Duka Yati, Hadirkan Pelukan Kemanusiaan untuk Keluarga Korban

Tangis Bunda Ela Pecah di Rumah Duka Yati, Hadirkan Pelukan Kemanusiaan untuk Keluarga Korban

Share
Share

KUNINGAN — Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhumah Yati Mardhoni (22), warga Dusun Manis, Desa Sukasari, Kecamatan Mandirancan, saat Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, datang langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Kedatangan perempuan yang akrab disapa Bunda Ela itu bukan sekadar kunjungan formal. Dengan wajah penuh empati, ia duduk bersama keluarga korban, mendengarkan cerita pilu yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam.

Di hadapan keluarga, Bunda Ela tampak beberapa kali menahan air mata saat mendengar perjuangan Yati, seorang penyandang disabilitas tuna wicara yang harus meregang nyawa setelah diduga mengalami kekerasan seksual saat bekerja di Brebes.

Suasana rumah duka pun dipenuhi keheningan. Isak tangis keluarga pecah ketika Bunda Ela memeluk orang tua korban dan mencoba menguatkan mereka yang masih terpukul atas kehilangan putri tercinta.

“Tidak ada orang tua yang siap kehilangan anak dengan cara seperti ini. Kami hadir bukan hanya membawa rasa prihatin, tetapi juga memastikan keluarga tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujar Bunda Ela dengan suara bergetar.

Dalam kunjungannya, ia juga memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Bunda Ela menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan, terlebih terhadap penyandang disabilitas, merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dianggap biasa.

Menurutnya, korban seperti Yati seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman, bukan justru menjadi korban kekerasan yang merenggut masa depannya.

Kehadiran Bunda Ela sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat di Kabupaten Kuningan, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Pihak keluarga mengaku tersentuh atas perhatian yang diberikan. Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, mereka merasa masih ada kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak yang datang menguatkan.

Kasus yang menimpa Yati kini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Keluarga berharap para pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal agar keadilan bagi almarhumah dapat ditegakkan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Desa Wisata yang Ditanam, Lalu Ditinggal Tumbuh Sendiri

Duamata.id - Saya tersenyum membaca pernyataan bahwa maju mundurnya desa wisata tergantung...

Pesta Dadung dan 1.000 Kentongan: Ketika Budaya Menjaga Alam di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Cigugur kembali membuktikan bahwa...

DAMAR SEWU MENYALA, CIGUGUR MERAWAT CAHAYA PERADABAN

KUNINGAN – Saat senja perlahan menyerahkan langit Cigugur kepada malam, satu per...

Bunda Ela Helayati Panen Bawang Bersama Warga Desa Cilimus, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial Sukses

KUNINGAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela Helayati, turun...