KUNINGAN – kembali menunjukkan sisi humanis dan reflektifnya saat hadir dalam Podcast Lentera Inspirasi yang digelar Pro 1 Cirebon dan disiarkan melalui kanal YouTube Pro RRI, Sabtu malam (9/5/2026).
Bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan, podcast yang dipandu host M. Subhan itu berlangsung hangat, santai, namun sarat makna.
Berbagai topik dibahas, mulai dari perjalanan hidup, gaya kepemimpinan, hingga cara menghadapi tantangan di era digital yang serba terbuka.
Dalam perbincangan tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa jabatan kepala daerah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalani dengan keikhlasan dan rasa cinta terhadap proses pengabdian.
“Tentu ada tantangan dan dinamika dalam menjalankan amanah ini, namun semuanya dijalani dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Dian juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang dimulai dari bawah. Sebelum menjadi aparatur sipil negara, ia pernah bekerja di sektor swasta hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Kuningan.
Menariknya, ia mengaku tidak pernah secara khusus merencanakan menjadi seorang bupati. Baginya, hidup dijalani dengan kesungguhan, sambil mencintai setiap pekerjaan yang diemban.
Di tengah derasnya arus media sosial, Bupati Dian mengakui bahwa kepemimpinan saat ini tidak bisa dilepaskan dari ruang digital.
Menurutnya, media sosial memiliki kekuatan besar, baik untuk membangun edukasi publik maupun memunculkan tekanan sosial terhadap pemimpin.
“Kekuatan medsos luar biasa. Kita bisa mengedukasi masyarakat, tapi juga harus hati-hati karena semua bisa dinilai publik,” jelasnya.
Ia pun menyadari bahwa kritik, komentar tajam, hingga cibiran di media sosial merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihadapi dengan sikap terbuka dan tidak berlebihan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dian juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang transparan, khususnya terkait persoalan infrastruktur jalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah agar aktif menyampaikan informasi berbasis data dan visual supaya lebih mudah dipahami, terutama oleh generasi muda.
Untuk arah pembangunan Kabupaten Kuningan, ia menyebut fokus pemerintah daerah saat ini masih berada pada perbaikan infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian, serta optimalisasi aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun di balik pembahasan soal pembangunan dan birokrasi, terselip filosofi hidup sederhana yang justru paling membekas. Lewat kebiasaan minum kopi pahit, Bupati Dian menyampaikan pandangan hidupnya tentang perjuangan dan rasa syukur.
“Sepahit apa pun hidup, pasti ada manisnya,” tuturnya.
Pesan itu terasa sederhana, tetapi menjadi gambaran bagaimana ia memaknai perjalanan hidup dan kepemimpinan: tidak selalu mudah, namun selalu menyimpan harapan.
Saat membahas generasi muda, Bupati Dian menilai Generasi Z memiliki potensi besar karena kritis, kreatif, dan cepat beradaptasi.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya membangun mental yang kuat agar tidak mudah rapuh menghadapi tekanan kehidupan.
Ia berharap kehadirannya sebagai pemimpin tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menjadi sosok inspiratif yang memberi teladan nyata bagi masyarakat.
Menutup perbincangan, Bupati Dian menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada jabatan ataupun pencapaian pribadi, melainkan ketika bisa melihat orang lain ikut merasakan kebahagiaan.
“Bahagia itu ketika kita bisa melihat masyarakat juga bahagia,” pungkasnya.
Melalui podcast tersebut, pesan-pesan yang disampaikan Bupati Kuningan diharapkan dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk terus berkembang, berkontribusi, dan belajar mencintai setiap proses kehidupan.


Leave a comment