KUNINGAN — Jangan salah paham. “Bersepeda” yang digaungkan Bupati Kuningan bukan soal gowes biasa. Di tangan Dian Rachmat Yanuar, “Bersepeda” berubah jadi gerakan besar untuk mengubah budaya masyarakat, mulai dari kebersihan hingga kepedulian sosial.
Pesan tegas itu disampaikan saat memimpin langsung aksi sosial di Alun-alun Desa Cilimus, Jumat (17/4/2026).
Ternyata, “Bersepeda” adalah akronim dari Bersih, Sehat, Peduli dan Damai. Empat pilar ini disebut menjadi fondasi baru pembangunan berbasis perilaku masyarakat.
“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan kolektif yang harus jadi kebiasaan,” tegas Bupati Dian.
Dalam kesempatan itu, kawasan Cilimus jadi sorotan khusus. Sebagai pintu masuk utama dari arah utara, wilayah ini dinilai mencerminkan wajah Kabupaten Kuningan.
“Cilimus adalah etalase Kuningan. Kebersihan dan penataannya harus dijaga,” ujar Dian.
Gerakan ini tidak berhenti pada kebersihan lingkungan. Nilai “Peduli” diwujudkan lewat program sosial seperti GEMA SADULUR, yang menyasar warga rentan, termasuk lansia.
“Kalau kepedulian tumbuh, kedamaian akan mengikuti,” tambahnya.
Bupati menegaskan, target utama bukan kegiatan seremonial.
Yang diinginkan adalah perubahan nyata seperti lingkungan bersih, masyarakat hidup sehat, solidaritas sosial meningkat dan wilayah tetap kondusif
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur: Wakil Bupati dan jajaran Pemkab, TNI-Polri, termasuk Yonif 839, Tokoh masyarakat dan pemuda, TP PKK dan warga
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan budaya harus dilakukan bersama.
Kepala Desa Cilimus, Mulyadin, berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
“Mudah-mudahan bisa terus berjalan, tidak hanya saat ada kegiatan saja,” ujarnya.
Bupati juga mengakui masih ada pekerjaan rumah, termasuk infrastruktur. Namun dengan dukungan masyarakat, ia optimistis semua bisa diselesaikan. (Bengpri).
Leave a comment