Home Ekonomi Komisi VII DPR RI Nilai Sido Muncul Contoh Industri Berdaya Saing Tanpa PHK

Komisi VII DPR RI Nilai Sido Muncul Contoh Industri Berdaya Saing Tanpa PHK

Share
Share

SEMARANG — Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. sebagai contoh nyata industri nasional yang mampu meningkatkan daya saing melalui inovasi tanpa mengorbankan tenaga kerja.

Penilaian tersebut disampaikan Hendry usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Sido Muncul di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026).

Hendry mengungkapkan, saat ini Komisi VII DPR RI tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya saing berbagai sektor industri nasional. Pembahasan RUU tersebut sejalan dengan kerja Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri yang mencakup sektor industri kimia, farmasi, industri kecil dan menengah (IKM), serta sektor industri lainnya.

“Komisi VII berharap seluruh industri, baik industri kimia, farmasi, hingga IKM, dapat tumbuh dan memiliki daya saing yang baik. Pengalaman dari Sido Muncul menunjukkan hal itu sangat mungkin dilakukan,” ujar Hendry.

Menurutnya, perusahaan yang telah berdiri sejak 1930 tersebut berhasil mengoptimalkan peran UMKM dan industri kecil menengah melalui penguatan rantai pasok yang solid. Di tengah penerapan teknologi dan inovasi baru, Sido Muncul dinilai tetap mampu mempertahankan ribuan tenaga kerja.

“Yang menarik, setiap ada teknologi atau inovasi baru, Sido Muncul tidak mengurangi jumlah karyawan. Mereka mengombinasikan keberlanjutan tenaga kerja dengan improvisasi dan inovasi. Ini menjadi pelajaran penting bagi industri farmasi dan industri jamu nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendry menegaskan bahwa penyusunan RUU Kawasan Industri masih membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, mulai dari pelaku industri baja, maritim, pesawat terbang, agroindustri, hingga asosiasi terkait. Keterlibatan lintas komisi DPR RI serta kementerian juga dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan aplikatif.

“Saat ini kami masih dalam tahap merancang bentuk terbaik RUU Kawasan Industri dengan menghimpun praktik-praktik terbaik yang sudah berjalan di lapangan,” tutup politisi PKS tersebut.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tak Semua Perjuangan Terlihat, Ini Pesan Menyentuh Wabup Tuti untuk Perempuan Kuningan

KUNINGAN – Tidak semua perjuangan terlihat. Namun bagi banyak perempuan, hidup adalah...

Stunting Masih Jadi Alarm Serius, Wabup Tuti Andriani Kumpulkan Semua Kekuatan di Kuningan

KUNINGAN – Isu stunting kembali menjadi sorotan serius di Kuningan. Wakil Bupati...

67 Pejabat Berebut Kursi Strategis, Bupati Dian Rachmat Yanuar Tegaskan: Tak Ada Pengkondisian!

KUNINGAN — Sebanyak 67 pejabat Eselon III bersaing dalam uji kompetensi teknis...

Di Balik ‘Jejak Hati’, Ada Perempuan yang Selalu Menguatkan

KUNINGAN — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kuningan menyimpan satu momen...