KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengelolaan kawasan Lapang Randu bersama PT Satria Andalan Indonesia, Kamis (7/5/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di ruang kerjanya, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan Sopandi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa pengelolaan Lapang Randu merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan perkotaan, pengembangan ruang publik, hingga solusi atas persoalan parkir dan kemacetan di sekitar Rumah Sakit Juanda.
“Ini bukan sekadar soal PAD, tetapi bagaimana aset daerah yang selama ini idle bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya ingin kawasan Lapang Randu menjadi ikon baru ruang publik masyarakat Kuningan yang terintegrasi antara parkir, kuliner, dan sarana olahraga,” ujar Bupati Dian.
Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan parkir yang tertib dan transparan. Ia meminta agar sistem parkir nantinya menggunakan teknologi elektronik atau cashless guna memastikan transparansi retribusi serta meminimalisasi praktik parkir liar di badan jalan sekitar rumah sakit.
Selain itu, pengembangan kawasan diminta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Pengelolaan limbah harus dilakukan dengan baik serta mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sekitar agar keberadaan kawasan baru tersebut benar-benar menjadi solusi dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan menerima kontribusi PAD sekitar Rp192 juta per tahun sesuai hasil appraisal pemerintah daerah. Adapun pelaksanaan pengelolaan diberikan masa grace period selama empat bulan untuk proses pembangunan dan penataan kawasan.
Ke depan, kawasan Lapang Randu tidak hanya difungsikan sebagai area parkir penunjang Rumah Sakit Juanda, tetapi juga akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan konsep food court, ruang olahraga terbuka, serta lokasi kegiatan masyarakat dan event.
Direktur Utama PT Satria Andalan Indonesia, Ahmad Fadli, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat kesempatan mengelola kawasan Lapang Randu melalui sistem sewa selama 10 tahun.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tetap mempertahankan fungsi utama lapangan sebagai sarana olahraga sekaligus mendukung kebutuhan parkir dan aktivitas masyarakat.
“Kami ingin memaksimalkan kawasan ini menjadi ruang yang bermanfaat bagi masyarakat. Fungsi olahraga tetap dipertahankan, kemudian ditambah area parkir dan fasilitas kegiatan masyarakat maupun event,” ujar Ahmad Fadli.
Ia menambahkan, pihak perusahaan berencana menghadirkan fasilitas olahraga seperti futsal atau mini soccer dengan tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat sekitar sebelum pembangunan dilakukan.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan investasi pembangunan dan penataan kawasan senilai sekitar Rp3 hingga Rp4 miliar. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih tertata sekaligus mendukung penanganan persoalan parkir dan kemacetan di sekitar RS Juanda Kuningan.
Pihak Rumah Sakit Juanda menyambut baik kerja sama tersebut. Dengan hadirnya kawasan parkir terintegrasi di Lapang Randu, diharapkan persoalan kemacetan dan kepadatan kendaraan di depan rumah sakit dapat berkurang.
Nantinya, akses menuju rumah sakit juga akan ditunjang dengan pembangunan jembatan penghubung agar pasien dan pengunjung lebih mudah serta aman menuju area pelayanan kesehatan.
Menutup arahannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta seluruh tahapan kerja sama dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan aset daerah yang profesional, transparan, dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian serta ketertiban kawasan di Kabupaten Kuningan. (Bengpri).


Leave a comment