KUNINGAN – Dari empat nama yang dinyatakan lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kabupaten Kuningan periode 2025–2030, sosok Ondin Sutarman, S.IP. mencuri perhatian publik.
Rekam jejak panjangnya di dunia jurnalistik, penyiaran, dan lembaga pengawasan publik membuat banyak pihak menilai dialah kandidat yang paling siap menakhodai LPPL di era transformasi media.
Ondin bukan nama baru di ranah informasi dan penyiaran Kuningan. Pria kelahiran Maret 1968 itu sudah berkecimpung di dunia media sejak 1990, menghabiskan 20 tahun hidupnya sebagai wartawan di berbagai media cetak.
Kariernya dimulai dari jalanan: meliput rapat desa, bencana, dinamika sosial, hingga hiruk-pikuk politik lokal dan nasional.
Lapangan membuatnya matang, mengenal masyarakat bukan dari balik meja, tetapi dari obrolan warung kopi dan langkah kaki yang tak kenal libur.
Pada 2010, Ondin masuk ke dunia radio dengan bergabung sebagai reporter Radio Kuningan FM.
Tak butuh waktu lama, kemampuan manajerial dan penguasaan dinamika redaksi membuatnya kemudian dipercaya menjadi Kepala Studio.
Di masa itu, banyak mantan kolega mengenangnya sebagai sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan kedekatan dengan masyarakat.
Kemampuan tersebut terbukti saat ia terpilih menjadi Ketua Dewan Pengawas LPPL Kuningan (2013–2018). Ondin dikenal tegas, tetapi tak pernah kehilangan sisi humanis.
Ia mendorong radio publik daerah ini tetap hadir sebagai media pelayanan informasi, bukan sekadar pengisi frekuensi.
Tahun 2017, kepercayaan publik kembali mengarah padanya. Ondin terpilih sebagai Komisioner Panwaslu Kabupaten Kuningan untuk Pilkada 2018. Setahun berikutnya, ia dipercaya lagi sebagai Komisioner Bawaslu Kuningan (2018–2023).
Pengalamannya di lembaga pengawas pemilu memberikan nilai tambah yang jarang dimiliki tokoh penyiaran: integritas, ketelitian, dan pemahaman mendalam soal tata kelola lembaga publik.
Kini, setelah perjalanan hampir empat dekade di dunia informasi dan pelayanan publik, Ondin kembali melabuhkan langkahnya ke rumah lama, LPPL.
Bedanya, jika dulu ia memantau dari kursi pengawas atau ruang siaran, kini ia melamar menjadi Direktur—posisi strategis yang menentukan arah lembaga penyiaran milik daerah ini ke depan.
Di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, tempatnya tinggal, Ondin dikenal sebagai pribadi sederhana.
Sebagai lulusan FISIP Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon, ia memahami dengan baik hubungan antara media dan kebijakan publik.
Sebagai mantan wartawan, ia tahu apa yang dibutuhkan masyarakat. Dan sebagai mantan komisioner Bawaslu, ia paham betul bagaimana menjaga lembaga tetap transparan, akuntabel, dan bebas kepentingan.
Dengan kombinasi pengalaman lapangan, kemampuan manajerial, serta integritas yang teruji, banyak pihak menilai Ondin Sutarman adalah kandidat yang paling pas memimpin LPPL Kabupaten Kuningan memasuki era digital.
Bukan hanya karena pengalamannya panjang, tetapi karena ia memahami satu hal yang paling esensial dari sebuah radio publik: menjadi jembatan suara masyarakat.
Seleksi selanjutnya, yaitu uji kepatutan dan kelayakan, akan menjadi panggung berikutnya bagi Ondin dan kandidat lainnya. Namun bagi sejumlah kalangan, jejak panjang Ondin sudah berbicara lebih dulu.
Leave a comment