KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cilebak Tahun 2026, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang digelar Bappeda ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan fase penting dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.
“Perencanaan harus berangkat dari kondisi riil di lapangan. Jangan didasarkan pada keinginan, tetapi kebutuhan yang paling mendesak dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memaparkan langkah penyehatan fiskal daerah melalui efisiensi dan penataan prioritas anggaran. Kebijakan tersebut, menurutnya, mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya sejumlah indikator ekonomi daerah, termasuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan alokasi pembangunan infrastruktur.
Ke depan, fokus pembangunan diarahkan pada perbaikan jalan, irigasi pertanian, serta penguatan sektor produktif desa. Wilayah Kuningan Selatan, termasuk Kecamatan Cilebak, menjadi perhatian dalam percepatan pembangunan bertahap.
“Sedikit usulan tidak masalah, yang penting prioritas dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menjaga kondusivitas wilayah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Musrenbang tersebut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari daerah pemilihan setempat, Kepala Bappeda beserta tim monitoring, unsur Forkopimcam, para kepala desa, kepala UPT/UPTD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Sementara itu, Camat Cilebak Rio Cahyadi, SE., M.MPd., memaparkan kondisi wilayah yang memiliki luas sekitar 3.181 hektar dengan karakter dataran tinggi pegunungan, terdiri dari tujuh desa dan berpenduduk lebih dari 11 ribu jiwa.
Ia menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas, antara lain penguatan jaringan telekomunikasi di beberapa titik, peningkatan layanan pemerintahan, serta pembangunan infrastruktur pendukung desa. Seluruh usulan yang disampaikan merupakan hasil penjaringan aspirasi desa dan difokuskan pada program yang dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten.
“Musrenbang ini menjadi momentum penyelarasan pembangunan desa dengan visi Kuningan Melesat, sehingga perencanaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Leave a comment