Home Jabar Kapolri Apresiasi Kebijakan Tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Siswa Bawa Motor hingga Knalpot Brong Bisa Dikeluarkan dari Sekolah

Kapolri Apresiasi Kebijakan Tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Siswa Bawa Motor hingga Knalpot Brong Bisa Dikeluarkan dari Sekolah

Share
Share

BANDUNG — Kebijakan tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait kedisiplinan siswa mendapat apresiasi langsung dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Salah satu aturan yang menjadi sorotan adalah larangan bagi pelajar membawa sepeda motor ke sekolah jika masih bisa dijangkau dengan kendaraan umum atau transportasi lain.

Apresiasi tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan dan peresmian rumah tidak layak huni (Rutilahu) jajaran Polda Jabar di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026)

Menurut Kapolri, langkah yang diambil Gubernur Dedi Mulyadi merupakan bentuk dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar.

“Gubernur sudah memberikan contoh dengan melarang anak-anak sekolah yang belum waktunya naik motor. Itu merupakan bagian beliau membantu kita,” ujar Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa setiap siswa baru di Jawa Barat diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mematuhi berbagai aturan kedisiplinan.

Aturan tersebut tidak hanya mencakup larangan membawa motor ke sekolah, tetapi juga larangan menggunakan knalpot brong, mengonsumsi minuman keras, hingga merokok.

Surat pernyataan itu juga wajib diketahui dan ditandatangani oleh orang tua siswa.

“Jika siswa terbukti melanggar poin-poin dalam surat tersebut, maka mereka harus siap meninggalkan sekolah,” tegasnya.

Pendidikan Bukan Hanya Soal Akademik
Menurut Dedi Mulyadi, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan perilaku siswa.

Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab membangun kedisiplinan siswa, baik di dalam lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan itu untuk membentuk karakter. Apabila ada siswa seperti ini, kami mencabut subsidi dan mereka harus keluar dari sekolahnya,” ujarnya.

Selain membangun karakter siswa, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kesemrawutan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar.

Menurutnya, tingkat ketertiban lalu lintas dapat menjadi indikator kemajuan sebuah daerah.

“Saat ini banyak yang naik motor tanpa helm, pakai knalpot brong, bahkan plat nomor tidak jelas. Mereka menganggap itu tidak masalah,” kata Dedi.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama membangun budaya disiplin, dimulai dari kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kalau lalu lintasnya tertib, maka daerah itu adalah daerah yang beradab,” pungkasnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dari Patalagan ke Dukuhlor, Gerak Cepat Bunda Ela Bantu Ibu Eli yang Butuh Obat Mendesak

KUNINGAN — Rangkaian kunjungan sosial yang dilakukan Bunda Ela Helayati pada hari...

Satu Jatuh, Satu Duduk

Duamata.id - Di gedung itu, kursi lebih setia daripada manusia Ia tidak...

Cirebon Matangkan PORSENITAS XIII, Wali Kota: Batas Wilayah Bukan Sekat, tapi Ruang Kolaborasi

CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga dan...

Sekolah Maung Dapat Dukungan Luas, Akademisi hingga Alumni Siap Terlibat Nyata

BANDUNG — Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat...