Home Cerpen Grup SDN Harapan 3

Grup SDN Harapan 3

Share
Share

Sore itu, di beranda rumah kecilnya di Kuningan, Turakim menatap ponsel dengan heran.
Notifikasi baru muncul:

“Anda telah ditambahkan ke grup: ALUMNI MERAH PUTIH.”

Ia sempat mengernyit. Grup apa lagi ini? Tapi ketika dibuka, wajahnya perlahan berubah.
Foto profil grup itu adalah halaman sekolah lama, dengan pohon jambu besar di pojok kanan, tempat ia dulu sering main gundu dan bersembunyi dari guru piket.

Beberapa menit kemudian, pesan-pesan mulai masuk.

“Kim! Aku Kandar, inget gak? Dulu duduk di belakang kamu!”
“Turakim yang jangkung itu ya? Yang dulu bikin peta Indonesia paling rapi!”
“Wah… nostalgia nih, guys! Gak nyangka masih bisa kumpul lagi.”

Turakim diam sejenak, lalu tersenyum kecil.
Ia ingat masa-masa itu, saat hujan deras mengguyur dan mereka menunggu reda sambil bernyanyi di kelas.
Masa di mana sepatu bisa basah tapi hati selalu ringan.

Percakapan semakin ramai.
Ada yang cerita sudah sukses jadi guru, ada yang kerja di kantor pemerintahan, ada juga yang masih berjuang jualan online. Semua saling sapa, saling kirim foto keluarga.

Sampai akhirnya, satu nama muncul di percakapan itu:

“Eh, masih inget gak sama Darman?”

Turakim berhenti membaca sejenak. Nama itu…
Ia seperti mendengar gema masa lalu.
Darman, teman sd dulu, anak yang paling berani, tapi juga paling banyak akal.

“Katanya si Darman sekarang sukses besar, ya?” tulis salah satu anggota grup.

“Sukses nipu orang!” balas Asep dengan emoji tawa pahit.

“Serius, banyak yang jadi korban akal bulusnya. Temen kita, si Eman, sampe jual motor.”

Turakim mematung.
Ingatannya melayang ke masa SD, Darman kecil yang sering bantu temannya, yang rela bagi bekal nasi uduk kalau ada yang belum makan.
Sulit dipercaya, anak itu sekarang jadi penipu.

Obrolan di grup pun jadi sepi sejenak.
Beberapa orang menulis hati-hati, antara marah dan iba.

“Mungkin dia terdesak, siapa tahu hidupnya susah,” tulis Turakim pelan.

“Tapi kalau udah nipu temen sendiri, Kim, itu mah bukan susah, itu hilang hati,” balas yang lain.

Turakim tak menjawab lagi. Ia memandangi layar yang mulai gelap, pantulan wajahnya tampak letih.
Dalam hati ia berbisik, Darman… kenapa kamu berubah sejauh ini?

Malamnya, setelah semua pesan berhenti, Turakim menulis sesuatu di grup:

“Aku masih inget waktu kelas 5, Darman pernah ketahuan ambil uang kas, tapi dia balikinnya sambil nangis. Guru kita, Bu Wiwi, waktu itu bilang: ‘Manusia bukan dilihat dari salahnya, tapi dari keberaniannya memperbaiki.’”

“Mungkin sekarang dia jatuh lagi, tapi kalau kita benar-benar teman, kita doakan dia bisa bangkit, bukan cuma kita hujat.”

Hening sesaat.
Lalu satu demi satu pesan masuk, emoji peluk, ucapan setuju, dan doa.

Lintut menulis,

“Bener juga, Kim. Kadang kita sibuk bandingin siapa paling sukses, sampai lupa siapa yang masih butuh ditolong.”

Turakim menatap layar lama. Ada rasa hangat di dadanya, campuran nostalgia, iba, dan pengertian.
Grup itu, yang awalnya cuma ajang kangen-kangenan, berubah jadi cermin kecil tentang hidup: ada yang naik, ada yang jatuh, ada yang tersesat.

Dan malam itu, sebelum menutup ponselnya, Turakim menulis pesan terakhir:

“Terima kasih, teman-teman. Meski kita udah tua, grup ini bikin aku inget satu hal bahwa masa kecil kita dulu adalah masa paling jujur, paling tulus. Semoga kita gak kehilangan itu, meski waktu udah banyak mengubah kita.”

Ia menekan “kirim.”
Layar ponselnya redup, tapi hati Turakim terasa terang.
Di antara obrolan ringan dan kenangan lama, ia tahu:
beberapa pertemuan memang cuma terjadi lewat layar,
tapi maknanya bisa lebih dalam dari yang nyata.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dapur yang Jarang Memasak

Duamata.id - Sejak program Makan Bergizi Gratis dimulai, sebuah dapur besar berdiri...

Kuningan Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Rebana 2025, Tertinggi di Antara 7 Daerah

KUNINGAN — Kabupaten Kuningan mencatatkan capaian membanggakan dengan menjadi daerah dengan pertumbuhan...

Bupati Dian Serahkan SK Kepala Sekolah Baru dan Stimulan Linmas, Tegaskan Peran Strategis Pemimpin Sekolah

KUNINGAN – Pagi di Lapangan Upacara Setda Kabupaten Kuningan, Senin (9/3/2026), menjadi...

Cek Kesiapan Operasional, Kodim 0615/Kuningan Periksa Kendaraan Dinas Prajurit

KUNINGAN – Untuk memastikan kesiapan operasional prajurit, jajaran TNI di Kodim 0615/Kuningan...