Home Kuningan Di Balik Lapak Jajanan Sederhana, Ibu Rokesih Bertaruh Aman di Rumah yang Nyaris Roboh

Di Balik Lapak Jajanan Sederhana, Ibu Rokesih Bertaruh Aman di Rumah yang Nyaris Roboh

Share
Share

Kuningan – Di sebuah sudut Desa Nanggela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, kisah sunyi seorang perempuan lanjut usia berjalan pelan namun pasti. Namanya Rokesih, 61 tahun. Seorang janda yang hidup seorang diri, tanpa anak yang mendampingi hari-harinya.

Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, Ibu Rokesih membuka lapak kecil di depan rumahnya. Jajanan anak-anak tersusun sederhana, berharap ada yang membeli. Dari situlah ia menggantungkan hidup, penghasilan yang tak menentu, sekadar cukup untuk menyambung hari.

Namun, di balik kesederhanaan itu, ada kenyataan yang jauh lebih getir.

Rumah yang ia tempati sudah lama kehilangan kata “layak”. Atap seng yang mulai lapuk menyisakan celah-celah, membiarkan panas menyengat di siang hari dan air hujan merembes tanpa ampun saat malam tiba. Rangka kayu penyangga terlihat rapuh, seolah menunggu waktu untuk menyerah.

Di dalamnya, tak ada sekat jelas antara dapur, tempat tidur, dan ruang berjualan. Semua menyatu dalam ruang sempit yang dipenuhi barang seadanya. Bagi Ibu Rokesih, rumah itu bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang bertahan hidup.

Setiap kali angin bertiup kencang atau hujan turun deras, ada rasa cemas yang tak pernah benar-benar hilang. Bukan hanya tentang basah atau dingin, tapi tentang kemungkinan rumah itu roboh kapan saja.

“Ibu Rokesih ini tinggal sendiri, sehari-hari jualan kecil-kecilan. Rumahnya memang sudah sangat memprihatinkan,” ujar salah seorang warga setempat yang mengenalnya.

Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Ibu Rokesih justru harus menghadapi kerasnya hidup seorang diri. Tak ada keluhan yang ia sampaikan, hanya rutinitas yang terus ia jalani dengan tabah.

Kondisi yang dialaminya menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang luput dari perhatian, hidup dalam keterbatasan yang nyaris tak terlihat.

Tetangga sekitar hanya bisa melihat dan merasa iba. Mereka tahu kondisi itu bukan lagi soal kemiskinan semata, melainkan soal keselamatan jiwa.

“Kalau hujan besar atau angin, kami juga khawatir. Takut tiba-tiba roboh,” ujar seorang warga.

Kisah Ibu Rokesih adalah cermin yang memantulkan kenyataan pahit: di tengah berbagai program pembangunan, masih ada warga yang hidup dalam ancaman runtuhnya tempat tinggal mereka sendiri.

Padahal, rumah layak huni bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar setiap warga negara.

Kondisi ini seharusnya menjadi panggilan nyata bagi pemerintah daerah, bagi lembaga sosial, dan bagi para dermawan. Bukan untuk sekadar melihat, tetapi untuk bergerak.

Di ujung usia, Ibu Rokesih tidak meminta kemewahan. Ia hanya ingin satu hal sederhana: rumah yang tidak membuatnya takut setiap kali langit mulai gelap.

Kini, harapan itu masih ada. Bantuan untuk perbaikan rumah menjadi kebutuhan mendesak agar Ibu Rokesih bisa tinggal dengan aman dan layak. Uluran tangan dari pemerintah, lembaga sosial, maupun para dermawan sangat dinantikan.

Sebab bagi Ibu Rokesih, rumah yang kokoh bukan sekadar bangunan. Ia adalah rasa aman, tempat berteduh, dan harapan sederhana untuk menjalani sisa usia dengan lebih tenang.

Dan mungkin, dari kepedulian kecil banyak orang, harapan itu bisa menjadi nyata. (Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pelantikan Dewan Kebudayaan, Bupati Dian: Kuningan Harus Punya Identitas Budaya yang Kuat

KUNINGAN — Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti...

“Pemuda Sudah Capek dengan Pidato”, Pernyataan Ayep Ditujukan ke Siapa?

Duamata.id - Kalimat dari Ketua KNPI Kuningan terpilih, Ayep Setiawan yang mengatakan...

Bupati Dian Resmi Pimpin Alumni KNPI, Gaungkan Semangat “Pemuda Lumpat, Kuningan Melesat”

KUNINGAN — Semangat baru gerakan kepemudaan menggema di Pendopo Kabupaten Kuningan saat...

Pemkab Kuningan Buka Suara soal Rencana Pengadaan Perangkat Komunikasi di SiRUP 2026

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan akhirnya memberikan penjelasan terkait informasi yang ramai...