Home Kuningan Dana Desa Bisa Jadi Bom Waktu? Pesan Keras Bupati Dian di Hadapan APDESI Kuningan

Dana Desa Bisa Jadi Bom Waktu? Pesan Keras Bupati Dian di Hadapan APDESI Kuningan

Share
Share

KUNINGAN — Dana Desa bisa menjadi mesin kemajuan, tapi juga bisa berubah menjadi persoalan hukum yang serius. Peringatan itu disampaikan langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat bertemu Dewan Pimpinan Cabang APDESI Kabupaten Kuningan, Selasa (24/12/2025).

Dalam suasana silaturahmi yang hangat namun sarat pesan penting, Bupati Dian menegaskan satu hal krusial: kepercayaan publik adalah modal utama kepemimpinan desa.

Tanpa kepercayaan masyarakat, program sebaik apa pun hanya akan menjadi catatan administratif tanpa makna.

“Program boleh bagus, anggaran boleh besar, tapi kalau masyarakat tidak percaya, semua itu tidak ada artinya,” tegas Bupati Dian di hadapan para kepala desa.

Ia mengingatkan, pengelolaan Dana Desa menuntut kehati-hatian ekstra, integritas, dan keterbukaan. Menurutnya, kesalahan kecil dalam tata kelola bisa berdampak panjang, bahkan menyeret aparat desa ke ranah hukum.

Tak hanya soal anggaran, Bupati Dian juga menyinggung tantangan kepemimpinan di era media sosial. Setiap ucapan dan sikap kepala desa kini mudah terekam, disebarkan, dan dinilai publik. Salah langkah, kepercayaan warga bisa runtuh dalam hitungan detik.

“Perpanjangan masa jabatan kepala desa harus dimaknai sebagai kesempatan menuntaskan persoalan, bukan memperpanjang masalah,” ujarnya, lugas.

Sementara itu, Ketua DPC APDESI Kabupaten Kuningan Hj. Henny Rosdiana menegaskan bahwa APDESI menjadi saluran resmi dan strategis untuk menyampaikan aspirasi desa secara terarah dan bertanggung jawab.

Ia juga menyuarakan pentingnya perhatian terhadap perangkat desa, khususnya operator desa yang memegang peran vital dalam pengelolaan data kemiskinan.

Kabar baik turut mengemuka dalam pertemuan tersebut. Kepala DPMD Kuningan Dr. H. M. Budi Alimudin mengungkapkan bahwa alokasi Dana Desa untuk Kuningan meningkat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi desa di tingkat nasional dan hasil komunikasi langsung Bupati dengan Menteri Desa.

Salah satu contoh konkret adalah Desa Jagara, yang sukses meraih Juara I Desa Wisata Nusantara dan diproyeksikan menerima total program sekitar Rp5 miliar pada 2026.(Bengpri).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Hujan di Gerobak Kelapa

Duamata.id - Menjelang pukul empat sore, langit sudah seperti wajah orang yang...

Video MBG Viral di Pamekasan, BGN: Menu Sebenarnya Lengkap, Tapi Tidak Dikeluarkan dari Mobil

Jakarta — Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Hati-Hati! Ini Titik Macet Parah Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

BANDUNG – Sejumlah jalur utama nontol di Jawa Barat diprediksi mengalami kemacetan...

Investasi Indramayu Meledak! Tembus Rp3,3 Triliun, Naik 121 Persen dalam Setahun

NDRAMAYU – Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu mengalami lonjakan luar biasa sepanjang...