KUNINGAN – Bupati Kuningan menegaskan bahwa masa pensiun merupakan fase alamiah dalam perjalanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tidak boleh dipandang sebagai akhir dari segalanya.
Justru sebaliknya, pensiun adalah pintu pembuka menuju babak baru kehidupan yang lebih dekat dengan keluarga, lebih luas dalam pengabdian, serta tetap produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat memberikan sambutan sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada PNS yang mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 April hingga 1 Juni 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Graha Sajati BKPSDM Kabupaten Kuningan, Rabu (4/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa setiap orang, siapa pun jabatannya, pada akhirnya akan memasuki masa purna bakti.
“Pensiun ini adalah fase alamiah dalam sebuah karier, termasuk sebagai PNS. Besok, lusa, yang sekarang duduk di depan juga akan menjalani masa pensiun. Jadi saya tekankan, ini bukan akhir dari segalanya, justru awal dari babak baru,” ujar Bupati.
Menurutnya, persiapan menghadapi pensiun tidak hanya soal berkurangnya penghasilan, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesiapan mental.
“Pensiun itu bukan berkaitan dengan finansial saja. Yang lebih penting bagi saya adalah mental,” tegasnya.
Bupati mengingatkan, masa transisi pensiun harus disikapi secara positif agar tidak menimbulkan kekosongan aktivitas yang dapat berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan.
Dengan gaya santai namun penuh makna, ia menyelipkan kisah seseorang yang sudah pensiun namun masih ingin berangkat apel mengenakan seragam, sebagai gambaran betapa pentingnya kesiapan mental dan perubahan identitas diri.
Di hadapan para calon purna bakti yang terdiri dari kepala sekolah, guru, pejabat struktural hingga camat, Bupati menyebut mereka sebagai “barisan jenderal” yang memiliki posisi terhormat di tengah masyarakat.
“PNS itu di lingkungannya masing-masing dipandang sebagai tokoh, orang yang punya kemampuan, dan orang yang dituakan,” tuturnya.
Ia pun mendorong para ASN purna bakti agar tetap aktif berkegiatan, baik melalui aktivitas sosial, majelis taklim, kerja bakti lingkungan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Tak kalah penting, Bupati menekankan agar masa akhir pengabdian ditutup dengan sikap mulia, yakni mewariskan ilmu, wawasan, dan pengalaman kepada generasi penerus di lingkungan kerja.
“Jangan sampai meninggalkan pekerjaan dalam kondisi tidak tertata. Wakafkan waktu beberapa bulan ke depan untuk menularkan ilmu, pengetahuan, dan wawasan kepada adik-adik kita. Insyaallah menjadi amal jariah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pensiun sejatinya adalah bentuk penghargaan dan pengakuan negara atas dedikasi serta loyalitas ASN yang telah mengabdi selama puluhan tahun.
“Pensiun itu sebetulnya bentuk penghargaan dan pengakuan negara terhadap dedikasi serta loyalitas Bapak dan Ibu,” jelasnya.
Ia juga mendorong para ASN untuk menyiapkan kegiatan produktif pascapensiun, termasuk berwirausaha, namun dipersiapkan jauh sebelum masa pensiun tiba.
“Kalau bisa bisnis itu jangan dimulai saat sudah pensiun, tapi disiapkan jauh sebelumnya,” pesannya.
Bupati mengingatkan agar masa pensiun tidak diisi dengan meratapi keadaan, karena terlalu fokus pada kekurangan finansial justru dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia yang disampaikan Supriadi, SE, mewakili Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan kepastian hukum atas hak-hak kepegawaian PNS sekaligus sebagai bentuk penghormatan tertinggi pemerintah atas pengabdian ASN.
Jumlah PNS yang menerima SK Pensiun BUP TMT 1 April hingga 1 Juni 2026 sebanyak 186 orang, dengan rincian:
- TMT 1 April 2026: 58 orang
- TMT 1 Mei 2026: 75 orang
- TMT 1 Juni 2026: 53 orang
Berdasarkan jabatan:
- JPT Pratama: 3 orang
- Administrator: 3 orang
- Pengawas: 9 orang
- Fungsional: 127 orang
- Pelaksana: 44 orang
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Kuningan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya PT Taspen Cabang Cirebon dan Bank BJB Kuningan.
Leave a comment