KUNINGAN – Di balik penetapan lima pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan periode 2026–2031, terdapat sosok yang sudah lama dikenal publik karena kiprahnya dalam dunia kepemiluan, pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.
Ia adalah Asep Z. Fauzi, M.Pd. Pria kelahiran Kuningan, 23 Juni 1977 ini tumbuh dan besar di Dusun Wage, Desa Kutaraja, Kecamatan Maleber.
Dari lingkungan desa yang sederhana, Asep menapaki perjalanan panjang yang membentuk karakter kepemimpinannya hingga dipercaya menjadi salah satu pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Bagi Asep, hidup bukanlah perlombaan yang harus diselesaikan secepat mungkin. Ia memiliki moto yang sederhana namun penuh makna:
“Pohon tumbuh tidak tergesa-gesa.”

Sebuah filosofi yang seolah menggambarkan perjalanan hidupnya. Tidak instan, tetapi terus bertumbuh melalui proses panjang, pembelajaran, dan pengabdian.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya di lembaga pendidikan berbasis keagamaan, mulai dari MI Al-Hikmah Kutaraja, MTsN Kuningan, hingga MAN Kuningan.
Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan membawanya melanjutkan pendidikan ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebelum kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Islam Al-Ihya Kuningan.
Namun perjalanan Asep tidak hanya berkutat di ruang kelas. Ia pernah menjadi guru, fasilitator desa, pendamping program pemberdayaan masyarakat, desainer grafis, redaktur media online, hingga aktivis organisasi kepemudaan.
Dunia organisasi menjadi salah satu ruang pengabdian yang paling membentuk dirinya. Sejak masa mahasiswa, Asep aktif di berbagai organisasi seperti PMII, Gerakan Pemuda Ansor, KNPI, hingga berbagai organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.
Kemampuan memimpin dan mengelola organisasi mengantarkannya dipercaya menjadi Anggota KPU Kabupaten Kuningan periode 2013–2018, lalu menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Kuningan periode 2018–2023.
Di bawah kepemimpinannya, KPU Kabupaten Kuningan meraih berbagai penghargaan tingkat provinsi maupun nasional. Mulai dari pelayanan informasi publik, pendidikan pemilih, pengelolaan kelembagaan, hingga inovasi pelayanan kepada masyarakat.
Namun bagi banyak orang yang mengenalnya, penghargaan bukanlah hal utama yang dicari Asep.
Sosoknya lebih dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat, gemar berdiskusi, serta aktif membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.
Kini, setelah menuntaskan pengabdiannya di dunia kepemiluan, Asep mendapat amanah baru sebagai Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan periode 2026–2031.
Tantangan yang dihadapinya tentu tidak ringan. BAZNAS bukan sekadar lembaga penghimpun zakat, melainkan jembatan antara para muzakki yang menunaikan kewajibannya dengan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Pengalaman panjang dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi modal penting bagi Asep untuk membawa BAZNAS semakin dipercaya masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, kehadiran pemimpin yang memahami pentingnya pelayanan, pemberdayaan, dan amanah menjadi harapan tersendiri.
Dari sebuah kampung di Kutaraja, perjalanan panjang itu kini berlanjut.
Bukan lagi mengawal suara rakyat di bilik suara, tetapi mengawal amanah umat agar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sebuah pengabdian yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: menghadirkan manfaat bagi sesama. (Bengpri).


Leave a comment