KUNINGAN – Siang itu, langkah Bunda Ela Helayati tidak berhenti setelah menyelesaikan agenda kegiatan di Kelurahan Cijoho. Ia melanjutkan langkahnya menuju sebuah rumah sederhana di Blok Bojong Desa Ancatan.
Di sanalah tinggal Siti Nurlela (27), putri dari Ibu Siti Salamah (48), yang sejak lahir hidup dengan kondisi disabilitas dan membutuhkan pendampingan penuh dari keluarganya.
Di balik keterbatasannya, Siti tetap menjadi cahaya dan kekuatan bagi sang ibu yang selama puluhan tahun dengan penuh kasih merawat putrinya. Setiap hari dijalani dengan kesabaran, cinta, dan harapan akan perhatian dari sesama.
Memasuki rumah Siti, Bunda Ela menyapa hangat keluarga, berbincang dengan Ibu Siti Salamah, dan mendengarkan langsung kisah perjuangan mereka.
Suasana haru begitu terasa ketika bantuan berupa paket sembako, santunan uang tunai, dan sebuah kursi roda diserahkan sebagai bentuk kepedulian.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus semua kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Namun setidaknya, kita bisa hadir, berbagi kepedulian, dan menunjukkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan semangat baru bagi Ibu Siti serta Nurlela,” tutur Bunda Ela.
Menurutnya, kepedulian kepada penyandang disabilitas bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan memastikan mereka tetap merasakan kasih sayang, perhatian, dan penghargaan sebagai bagian yang utuh dari masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu dimulai dari hal-hal sederhana, yakni menyempatkan hadir, mendengar, dan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi Ibu Siti Salamah, perhatian yang diberikan bukan hanya tentang sembako, santunan, atau kursi roda. Kehadiran seseorang yang datang untuk melihat, menyapa, dan menguatkan menjadi energi baru untuk terus menjalani hari-hari merawat putri tercintanya.
Di tengah berbagai aktivitas dan kesibukan, kunjungan itu menjadi pesan bahwa kepedulian akan selalu menemukan jalannya.
Sebab, bagi keluarga yang sedang berjuang, perhatian yang tulus sering kali menjadi hadiah paling berharga.
Melalui langkah-langkah kecil yang penuh empati seperti ini, Bunda Ela Helayati berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian menghadapi ujian kehidupan.



Leave a comment