KUNINGAN – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan penguatan program siaran ramah anak di . Kehadiran atau yang akrab disapa Bunda Ela, menjadi momen istimewa yang memperlihatkan kuatnya sinergi dua sosok perempuan inspiratif di Kabupaten Kuningan.
Di satu sisi, ada yang dikenal dengan julukan “Indung Kuring”, figur yang mendorong radio sebagai ruang aman dan mendidik bagi anak-anak. Di sisi lain, Bunda Ela Helayati hadir sebagai Bunda PAUD Kuningan yang selama ini konsisten mengawal tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Pertemuan keduanya bukan sekadar simbolis, melainkan menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi lintas peran dalam membangun generasi masa depan.
Bunda Ela Helayati menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Radio, menurutnya, memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi yang menyenangkan dan mudah diakses.
“Anak-anak butuh ruang belajar yang luas, bukan hanya di sekolah. Media seperti radio bisa menjadi sahabat mereka, tempat belajar nilai, budaya, dan karakter,” ungkapnya.
Sementara itu, Elit Nurlitasari menekankan bahwa peran “Indung Kuring” bukan hanya menjaga kualitas siaran, tetapi memastikan setiap konten yang disajikan mampu membentuk karakter anak dengan pendekatan yang halus dan membumi.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu dengan Bunda PAUD, kalau saya memanggilnya dengan ’emak kuring’, karena saya tahu beliau selain jadi Bunda PAUD juga menjadi emak bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Kuningan” Ungkap Elit disambut senyuman dari Hj. Ela Helayati mengamini sebutan itu
Sinergi keduanya terlihat jelas dalam semangat yang sama: menghadirkan pendidikan yang humanis, berbasis budaya lokal, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Program siaran anak yang interaktif, dongeng Sunda, hingga pelibatan anak sebagai pengisi acara menjadi titik temu gagasan keduanya.
Kolaborasi ini juga mencerminkan wajah kepemimpinan perempuan di Kuningan yang tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran dua “bunda” ini menjadi penyeimbang, menghadirkan nilai, kasih sayang, dan arah bagi tumbuh kembang anak-anak Kuningan.
Lebih dari sekadar kunjungan, momen ini menjadi penegasan bahwa ketika perempuan hebat bersinergi, maka yang lahir bukan hanya program, tetapi harapan besar bagi masa depan daerah.(Bengpri).
Leave a comment