KUNINGAN – Suasana haru menyelimuti pelataran Masjid At-Taufiq, Kuningan Islamic Center (KIC), Minggu (26/4/2026). Tangis keluarga pecah saat ratusan jemaah calon haji berpamitan.
Pelukan hangat dan lambaian tangan menjadi pengantar langkah para tamu Allah menuju perjalanan suci ke Tanah Suci.
Sebanyak 445 jemaah calon haji Kloter 8 Kabupaten Kuningan resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di tengah suasana khidmat dan penuh doa.
Isak tangis tak terbendung, namun terselip harapan besar agar seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Salah satu jemaah, Ibu Anis (78) asal Kelurahan Cijoho, tak kuasa menahan haru. Perempuan yang sehari-hari berjualan bolu kukus dan odading di Pasar Baru itu mengaku bersyukur akhirnya bisa memenuhi panggilan Allah setelah penantian panjang.
“Alhamdulillah, ini panggilan Allah. Mohon doa agar kami semua diberi kelancaran dan kesehatan selama di Tanah Suci,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Rangkaian pemberangkatan dipusatkan di KIC dengan pengawalan aparat gabungan serta dukungan tim kesehatan. Para jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Indramayu pada Minggu sore, sebelum bertolak melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada Senin (27/4/2026).
Seluruh proses berjalan berkat sinergi lintas sektor, melibatkan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BAZNAS, PPIH, hingga perangkat daerah lainnya, guna memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, menyebutkan bahwa total jemaah terdiri dari 439 calon haji, 4 petugas kloter, dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD).
Mereka berasal dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta jemaah mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang menuntut keikhlasan, kesabaran, rasa syukur, serta ketundukan kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah. Kepada para petugas, ia berpesan agar memberikan pelayanan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Layani para tamu Allah dengan sepenuh hati,” pesannya.
Tak hanya itu, Bupati Dian juga menitipkan doa khusus bagi Kabupaten Kuningan.
“Berangkatlah dengan niat yang bersih, laksanakan dengan jiwa yang tulus, dan pulanglah membawa keberkahan untuk Kuningan Melesat,” ujarnya.
Di tengah hiruk pikuk pelepasan, satu hal terasa jelas ini bukan sekadar keberangkatan, melainkan perjalanan iman yang diiringi cinta, doa, dan harapan dari tanah kelahiran.(Bengpri).
Leave a comment