KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai “gaspol” menekan angka stunting. Lewat gerakan sederhana tapi berdampak besar, masyarakat kini diajak mengubah pola makan: susu, telur, dan ikan wajib masuk menu harian.
Program bertajuk Semarak 3G (Gerakan Minum Susu, Makan Telur, dan Memasyarakatkan Makan Ikan) ini digelar di Balai Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kamis (16/4/2026).
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turun langsung memantau kegiatan yang melibatkan warga dari tiga wilayah prioritas: Cigandamekar, Garawangi, dan Cidahu.
Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa dianggap sepele.
Ia mengingatkan, memberi makan anak bukan hanya soal kenyang, tapi soal kualitas gizi.
“Kita harus ubah pola pikir. Jangan hanya kenyang, tapi gizinya harus cukup. Susu, telur, dan ikan harus jadi menu harian,” tegasnya.
Program ini menyasar sekitar 1.000 penerima manfaat, mulai dari balita hingga ibu hamil.
Kepala Diskanak Kuningan, Asep Taufik Rohman, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan meliputi: susu UHT, telur ayam dan olahan ikan (nugget, siomay, dll).
Langkah ini bukan hanya intervensi gizi, tapi juga dorongan bagi ekonomi lokal, terutama peternak dan pelaku usaha perikanan.
Bupati Dian juga menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya urusan pemerintah.
Ia mendorong peran aktif keluarga, keterlibatan dunia usaha dan sinergi lintas sektor
Bahkan, ia mengusulkan pembentukan forum kepedulian untuk memperkuat gerakan ini.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah, sejalan dengan kebijakan nasional untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan pola makan yang lebih baik, Kuningan optimistis bisa menekan angka stunting, meningkatkan kualitas SDM dan membangun masa depan yang lebih kuat. (Bengpri).
Leave a comment