Jakarta — Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, viral di media sosial dan memicu beragam komentar publik.
Banyak yang menilai menu tersebut tidak layak dan tidak mencerminkan konsep makanan bergizi.
Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu, sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai paket makanan yang sebenarnya disiapkan.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya terdiri dari beberapa komponen.
Menu yang disiapkan antara lain lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik di Jakarta, Selasa (10/3).
BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG telah disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Karena itu, setiap polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG bukan tanpa alasan.
Menurutnya, metode marinasi dilakukan untuk menjaga kualitas gizi sekaligus memastikan makanan tetap aman dikonsumsi hingga waktu distribusi.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan saat ini melayani 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
BGN berharap masyarakat dapat melihat informasi secara utuh sebelum menarik kesimpulan, mengingat video yang beredar belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Leave a comment