KOTA BANDUNG – Video kini menjadi medium komunikasi yang paling digemari masyarakat karena dinilai lebih menarik dan mudah diingat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, saat membuka IKP Talk Series #10 di Kota Bandung, Kamis (25/9/2025).
“Dengan alasan tersebut, Diskominfo memandang perlu mengangkat tema soal video ini sebagai bahasan IKP Talk kali ini,” ujar Adi.
Menurutnya, melalui forum tersebut, humas pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan mampu meningkatkan literasi dan keterampilan membuat video yang menarik. “Masyarakat semakin akrab dengan video karena lebih menyenangkan dan mudah menyerap informasi,” jelasnya.
Adi mengungkapkan, dengan penetrasi internet di Jawa Barat yang mencapai 82,5 persen, konten video informatif kini lebih mudah diakses oleh publik. Namun, ia juga mengingatkan akan bahaya fake video yang bisa menyesatkan masyarakat. “Video bukan sekadar hiburan, tetapi bisa menjadi sarana menyampaikan program dengan menyentuh hati,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, IKP Talk Series menghadirkan Ira Wirawati, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sekaligus content creator. Ira menilai masih banyak konten video pemerintah yang belum optimal.
“Umumnya videonya terlalu panjang, bahasanya kaku, dan bertele-tele. Padahal, audiens biasanya hanya menonton 1–3 menit pertama. Jadi, pesan harus bisa tersampaikan dalam durasi singkat itu,” ujarnya.
Ira mendorong humas pemerintah untuk lebih banyak memproduksi video bertema human interest yang dekat dengan masyarakat. Ia juga menyarankan agar pemerintah berkolaborasi dengan influencer, menggelar pelatihan, hingga memanfaatkan teknologi AI secara positif.
“Dengan keterbatasan talenta dan dana, kolaborasi lintas instansi dan kerja sama kreatif akan sangat membantu humas pemerintah membuat video yang relevan dengan kebutuhan publik,” pungkasnya.(Red).
Sumber : https://www.jabarprov.go.id/
Leave a comment