KUNINGAN – Malam di Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi, berubah menjadi lautan budaya. Ratusan warga memadati Alun-alun Balai Desa, Senin (23/3/2026), larut dalam kemeriahan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-318 desa mereka.
Nuansa tradisi begitu terasa. Lampu-lampu menerangi panggung, gamelan mengalun, dan pagelaran wayang golek dari Putra Giri Harja 3 dengan dalang H. Dadan Sunandar Sunarya menjadi magnet utama yang menyatukan warga dalam satu suasana hangat penuh kebersamaan.
Kehadiran Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menambah khidmat acara yang bukan sekadar hiburan, tetapi juga perayaan identitas dan jati diri desa.
Dalam sambutan Kepala Desa Langseb, Djamhuri, yang dibacakan Sekretaris Desa Rusmana, ditegaskan bahwa milangkala bukan hanya peringatan usia, melainkan momen refleksi perjalanan panjang desa sekaligus penguatan komitmen untuk terus membangun.
“Ini adalah momentum untuk meneguhkan Langseb sebagai desa yang berbudaya, agamis, dan berdaya saing,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Kekuatan kebersamaan juga tampak dari peran para perantau. Ketua Perantau Desa Langseb, Dr. H. Abdul Wahab, menyebut seluruh rangkaian kegiatan terselenggara berkat kolaborasi erat antara pemerintah desa, masyarakat, pemuda, dan perantau.
“Ini wujud kecintaan kami terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengapresiasi sinergi yang terbangun di Desa Langseb sebagai modal utama pembangunan.
“Pembangunan tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi oleh kekompakan dan kepedulian. Desa Langseb telah menunjukkan bagaimana kolaborasi mampu mendorong kemajuan,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan milangkala sebagai ruang refleksi atas jasa para pendahulu, sekaligus pijakan untuk melangkah ke depan.
Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan akses jalan menuju wilayah Lebakwangi secara bertahap. Sebagai bentuk dukungan, ia turut menyerahkan bantuan material untuk pembangunan menara masjid.
Tak hanya soal pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga warisan budaya.
“Wayang golek bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Di dalamnya ada nilai moral dan filosofi kehidupan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati bersama Wakil Bupati mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan menjadikan momen ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, terlebih menjelang Idulfitri.
Malam itu, di bawah langit Langseb, wayang golek tak hanya bercerita di atas panggung. Ia juga menjadi saksi bahwa kebersamaan antara warga, pemerintah, dan perantau adalah kekuatan utama yang menjaga tradisi tetap hidup dan pembangunan terus berjalan.
Puncak Milangkala ke-318 ini pun menjadi lebih dari sekadar perayaan usia. Ia adalah perayaan kebersamaan, identitas, dan harapan untuk masa depan desa yang lebih baik.
Leave a comment