KUNINGAN – Siapa sangka? Di tengah persaingan ketat ratusan daerah di Indonesia, Kabupaten Kuningan justru tancap gas! Skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 melonjak menjadi 3,88, naik dari 3,82 pada 2024.
Data resmi yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini bukan sekadar angka. Kuningan kini kokoh di peringkat ke-4 terbaik se-Jawa Barat, hanya berada di bawah Kabupaten Sumedang (4,04), Kabupaten Bandung (3,93), dan Kabupaten Bogor (3,91).
Artinya? Kuningan resmi masuk jajaran elite kabupaten paling kompetitif di Provinsi Jawa Barat.
Kenaikan 0,06 poin mungkin terlihat kecil. Tapi jangan salah. IDSD 2025 mengukur 508 kabupaten/kota dan 38 provinsi dengan 50 indikator ketat.
Rata-rata nasional saja hanya 3,50. Dengan skor 3,88, Kuningan melesat jauh di atas rata-rata Indonesia.
Ini bukti bahwa arah pembangunan yang ditempuh bukan sekadar rutinitas, tetapi terukur dan konsisten.
Pada IDSD 2024, Kuningan sudah unggul di sejumlah pilar seperti:
Institusi (4,82)
Pasar Produk (5,00)
Dinamika Bisnis (4,72)
Ukuran Pasar (4,40)
Sistem Keuangan yang sebelumnya jadi titik lemah (2,25), kini naik menjadi 2,72. Lebih mencolok lagi, Kapabilitas Inovasi melonjak dari 2,92 menjadi 3,66.
Ini menandakan ekosistem pembiayaan dan inovasi daerah mulai solid. Dunia usaha bergerak, inovasi tumbuh, dan daya saing makin terkunci kuat.
Meski Infrastruktur masih perlu dorongan (2,95), secara agregat grafiknya jelas: naik dan stabil.
Tahun lalu, Kuningan sudah menembus 14 besar nasional dari 416 kabupaten. Kini, dengan jumlah daerah yang dinilai makin banyak, Kuningan tetap menjaga bahkan meningkatkan performa.
Dengan capaian ini, Kuningan tak hanya mempertahankan reputasi, tapi juga mempertegas diri sebagai salah satu kabupaten paling kompetitif di Jawa Barat.
Leave a comment