Home Opini Ketua PGM Kuningan Kecam Ada Pihak Diskreditkan Pesantren

Ketua PGM Kuningan Kecam Ada Pihak Diskreditkan Pesantren

Share
Share

KUNINGAN – Menjelang Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2025, semestinya suasana pondok pesantren di seluruh penjuru negeri dipenuhi semangat gembira dan rasa syukur. Namun tahun ini, suasana itu sedikit terusik oleh sebuah tayangan dari stasiun televisi swasta nasional yang viral dan memicu reaksi keras dari kalangan santri serta kiai.

Pasalnya, tayangan tersebut dianggap menyudutkan dunia pesantren dan menampilkan citra yang tidak sesuai dengan realitas kehidupan santri yang sesungguhnya.

Gelombang protes pun bermunculan dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Kuningan, Topic Offirstson, M.Si., M.Pd., angkat bicara dan menyampaikan kecaman tegas atas tayangan yang dinilainya tidak berimbang.

“Tayangan itu kurang mempertimbangkan banyak hal, bahkan terkesan mendiskreditkan lembaga pondok pesantren. Padahal pesantren adalah tempat pendidikan karakter dan moral, bukan tempat mengejar materi seperti kesan yang muncul di tayangan itu,” ujar Topic saat dimintai tanggapan, Jumat (17/10/2025).

Topic menilai, pesantren justru menjadi penjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan kemerosotan moral di kalangan generasi muda.

“Kita tahu, dewasa ini generasi Z banyak mengalami penurunan adab dan etika. Sedangkan santri di pesantren diajarkan tentang adab, takdzim, dan akhlak. Itu adalah warisan budaya pendidikan Islam yang harus kita jaga,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan benteng pertahanan moral bangsa yang turut berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Pesantren sejak dulu menjadi garda depan dalam mencetak generasi berkarakter, nasionalis, dan religius. Jangan sampai media justru menebar stigma negatif tanpa kajian yang mendalam,” tegasnya.

Topic berharap seluruh pihak, terutama media massa, dapat lebih bijak dan objektif dalam menyajikan pemberitaan tentang pesantren.

“Pesantren adalah aset bangsa, bukan bahan sensasi. Mari kita jaga marwahnya,” pungkasnya.(Red).

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

UMKM Kuningan Capai 42 Ribu, Sekda: Literasi Keuangan Jadi Kunci Agar Usaha Tak Jalan di Tempat

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan...

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Dishub Kuningan Siapkan 7 Posko dan Jalur Alternatif

KUNINGAN — Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 diperkirakan akan meningkat...

Hujan di Gerobak Kelapa

Duamata.id - Menjelang pukul empat sore, langit sudah seperti wajah orang yang...

Video MBG Viral di Pamekasan, BGN: Menu Sebenarnya Lengkap, Tapi Tidak Dikeluarkan dari Mobil

Jakarta — Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di...