Pasuruan – Suasana Gedung Kesenian Darmoyudo mendadak tegang saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengeluarkan pernyataan keras terkait rekrutmen Sekolah Rakyat dan integritas pendamping sosial.
Di hadapan ratusan pendamping, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen wajib berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan hanya anak dari keluarga desil 1–2 yang berhak diterima.
“Pendamping harus bekerja berdasarkan data. Lihat datanya dulu baru turun ke lapangan,” tegasnya.
Namun yang membuat ruangan riuh adalah peringatan keras yang ia sampaikan:
“Sudah bukan waktunya lagi kita mengotak-atik uang negara untuk kepentingan pribadi!”
Gus Ipul mengungkap fakta mengejutkan: hampir 500 pendamping sudah diberi peringatan, dan 49 di antaranya diberhentikan karena dinilai bermain-main dalam penyaluran bantuan.
Ia juga menekankan larangan keras praktik suap, sogok, dan titip-menitip dalam rekrutmen Sekolah Rakyat.
“Tidak boleh ada yang main-main. Ini sekolah untuk anak-anak miskin yang tidak pernah malu pada keluarganya,” tegasnya lagi.
Gus Ipul menargetkan setiap pendamping dapat men-graduasi setidaknya 10 KPM setiap tahun, sekaligus mendampingi pemberdayaan orang tua siswa.
“Bansos hanya maksimal lima tahun. Setelah itu keluarga harus mandiri,” katanya.
Acara turut dihadiri Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Bupati Mochamad Rusdi Sutejo, Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi, Forkopimda, dan pejabat tinggi Kemensos.
Sumber : https://kemensos.go.id/https://kemensos.go.id/
Leave a comment