Home Terbaru Docang, Sarapan “Sederhana” dari Cirebon yang Bikin Lidah Ketagihan, Rahasianya Ada di Kuah Ini!

Docang, Sarapan “Sederhana” dari Cirebon yang Bikin Lidah Ketagihan, Rahasianya Ada di Kuah Ini!

Share
Share

Duamata.id – Kalau kamu mengira kuliner legendaris itu harus mahal dan mewah, maka kamu belum kenal docang. Dari sudut-sudut sederhana di Cirebon, sepiring docang justru diam-diam menyimpan rasa yang bikin banyak orang kembali lagi dan lagi.

Sekilas, tampilannya mungkin tidak “wah”. Hanya potongan lontong, daun singkong, toge, kucai, parutan kelapa, dan kerupuk. Tapi jangan salah, justru dari kesederhanaan itu, docang menghadirkan sensasi rasa yang sulit ditandingi.

Rahasia utamanya? Ada di kuah dage atau oncom.
Kuah ini bukan sekadar pelengkap. Ia adalah “jiwa” dari docang. Terbuat dari fermentasi kacang yang diolah dengan bumbu khas, kuah dage menghadirkan perpaduan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma yang khas yang bagi sebagian orang, langsung bikin jatuh cinta sejak suapan pertama.

Bayangkan: lontong yang lembut berpadu dengan gurihnya kelapa, segarnya toge, dan sedikit pahit dari daun singkong lalu disiram kuah hangat yang meresap ke setiap sudut. Ditambah kerupuk yang renyah, setiap gigitan seperti punya cerita sendiri.

Tak heran, docang kerap jadi pilihan sarapan favorit warga Cirebon. Hangat, mengenyangkan, dan yang paling penting: penuh kenangan.

Yang menarik, nama “docang” sendiri sering disebut berasal dari singkatan “bodo (lontong)” dan “kacang (toge)”. Meski belum tentu akurat secara sejarah, cerita ini justru menambah daya tarik kuliner yang satu ini—sederhana, tapi penuh makna.

Di tengah gempuran makanan modern dan viral, docang tetap bertahan. Tanpa gimmick, tanpa kemasan mewah. Hanya rasa autentik yang berbicara.
Dan mungkin, di situlah kekuatannya.

Jadi, kalau kamu sedang atau akan ke Cirebon, jangan cuma cari kuliner yang viral di media sosial. Coba duduk di warung kecil, pesan seporsi docang hangat, dan rasakan sendiri: kenapa makanan “biasa” ini justru luar biasa.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Liga Jabar Istimewa 2026 Resmi Bergulir di Kuningan, Bupati Dian Dorong Lahirnya Bibit Pesepak Bola Berprestasi

KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi...

Muslimat NU Kuningan Ditegaskan Jadi Benteng Moral di Era Digital, Bupati Dian: Jangan Kalah oleh Hoaks dan Fitnah

KUNINGAN — Ribuan kader Muslimat NU memadati GOR Ewangga Kuningan dalam momentum...

Bunda El Soroti Bahaya Era Digital, Kader PKK Diminta Jangan Biarkan Anak Tumbuh Tanpa Pengawasan

KUNINGAN – Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati atau yang...

Pelantikan Dewan Kebudayaan, Bupati Dian: Kuningan Harus Punya Identitas Budaya yang Kuat

KUNINGAN — Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti...