Home Kuningan Diterjang Banjir Ekstrem, Jembatan Cijemit Nyaris Lumpuh! Bupati Dian : “Pantang Mundur, Proyek Harus Lanjut!”

Diterjang Banjir Ekstrem, Jembatan Cijemit Nyaris Lumpuh! Bupati Dian : “Pantang Mundur, Proyek Harus Lanjut!”

Share
Share

KUNINGAN – Banjir besar yang menghantam Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, membuat proyek pembangunan jembatan vital nyaris lumpuh. Debit air yang tiba-tiba melonjak hingga 8 meter menyeret material besi konstruksi sepanjang puluhan meter. Situasi mencekam ini bahkan disebut warga sebagai kejadian paling parah dalam empat tahun terakhir!

Namun di tengah kepanikan dan kerusakan yang terjadi, Bupati Kuningan, , justru tampil dengan pernyataan tegas: pembangunan jembatan tidak boleh berhenti!

“Ini memang kejadian luar biasa, tapi kita tidak akan menyerah. Proyek ini harus tetap berjalan,” tegasnya saat turun langsung ke lokasi, Minggu (29/3/2026).

Banjir yang datang usai hujan deras dan angin kencang pada Sabtu sore (28/3) itu bukan hanya merendam, tapi juga menghantam keras proyek jembatan. Material besi yang belum terpasang permanen hanyut terbawa arus, bahkan satu bagian mengalami kerusakan parah.

Kabid Bina Marga DPUPR Kuningan, , mengungkapkan dari lima bagian rangka besi sepanjang 50 meter, ada yang nyaris tak bisa diselamatkan.

“Yang paling berat adalah satu bagian yang rusak cukup parah. Kalau tidak bisa diperbaiki, akan diganti demi keamanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pilar tengah jembatan juga ikut terdampak, memaksa tim bekerja ekstra keras dengan metode khusus untuk melanjutkan pembangunan.

Akibat bencana ini, target penyelesaian proyek dipastikan mundur sekitar tiga minggu. Tapi pemerintah daerah tak tinggal diam.

Langkah darurat langsung disiapkan: jembatan sementara akan dibangun secepatnya demi menjaga akses warga, terutama jalur penting bagi distribusi hasil pertanian dari wilayah Ciniru, Gunungmanik, hingga Cipedak.

Meski diterjang bencana, kabar baik datang dari sisi teknis. Struktur utama seperti abutmen utara dan selatan masih dinyatakan aman, sehingga proyek bisa tetap dilanjutkan tanpa harus membangun ulang dari nol.

Alat berat tambahan pun akan didatangkan untuk mempercepat evakuasi material dan pemasangan ulang rangka jembatan.

Bupati Dian menegaskan, jembatan ini bukan sekadar proyek, tapi urat nadi kehidupan masyarakat. Karena itu, dalam kondisi apa pun, pembangunan harus tetap dilanjutkan.

“Yang terpenting adalah keamanan, tapi juga kecepatan. Akses masyarakat tidak boleh terputus terlalu lama,” tandasnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Dari Lereng Darma ke Dunia, Kopi Kuningan Siap Go Internasional

KUNINGAN – Aroma kopi segar dari lereng Darma tak lagi sekadar dinikmati...

Bukan Sekadar Halal Bihalal, Wabup Tuti Tegaskan Peran Perempuan Kunci Peradaban di Milad ke-21 Salimah

KUNINGAN – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam peringatan Halal Bihalal...

Gerak Cepat Tangani Pergeseran Tanah, Tim PUTR Turun Sondir Tanah di Ciwiru–Padamatang

KUNINGAN – Ancaman pergeseran tanah di jalur Ciwiru–Padamatang membuat Pemerintah Kabupaten Kuningan...

Apresiasi Atlet Kuningan, Bupati Soroti Minimnya Anggaran hingga Ancaman Atlet Hijrah

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi dalam...